kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ini strategi Jokowi hilangkan broker alutsista


Rabu, 20 Juli 2016 / 19:41 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Rapat Terbatas tentang Alutsista di Istana Presiden memutuskan mengubah pola pembelian alat persenjataan. Jika selama ini model pembelian masih membuka adanya celah keterlibatan dari perantara atau broker, mulai saat ini model tersebut dilarang.

Jokowi menyatakan, mulai saat ini pembelian alutsista dari negara lain akan dilakukan dengan pendekatan antara pemerintah Indonesia dengan negara tujuan. Langkah ini diambil dengan tujuan untuk menghindari penggelembungan harga dan manipulasi.

"Modelnya sekarang government to government ini sebagai uaya unyuk membentuk zona zero toleransi untuk korupsi," katanya di Jakarta Rabu (20/7).

Keberadaan broker dalam pengadaan alutsista dan persenjataan memang bukan merupakan rahasia umum. Silmy Karim, Dirut Pindad mengatakan, broker perdagangan senjata tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia internasional.

Ryamizaryacudu, Menteri Pertahanan mengatakan, sebelum mendapat perintah untuk menghilangkan praktik broker, kementeriannya sudah terlebih dulu menghilangkan praktik tersebut. "Sejak jaman saya tidak ada lagi model bussiness to government, sudah G to G, sudah dihapus," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×