kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ini rincian korban WNA gempa Palu dan Donggala


Senin, 01 Oktober 2018 / 16:15 WIB
ILUSTRASI. Pasien dan korban gempa berada di tenda darurat RS Wirabuana Palu


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama-sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berusaha untuk mengevakuasi korban bencana gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

Adapun tercatat terdapat 114 warga negara asing (WNA) yang berada di Palu dan Donggala saat gempa dan tsunami terjadi.

"Tadi telah koordinasi dengan Kemenlu untuk evakuasi ini yang dikoordinir oleh Kemlu," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Senin (1/10).

Adapun rinciannya korban WNA itu data BNPB sebagai berikut:

1 warga negara Singapura telah di evakuasi dengan kondisi selamat.

2 warga negara Belgia, 1 sudah dievakuasi ke Jakarta dan 1 masih belum tahu keberadaannya.

1 warga negara Korea Selatan, masih belum diketahui keberadaannya diduga posisi di bawah Hotel Roa-Roa yang runtuh dengan gempa.

6 warga negara Prancis.

1 warga negara Spanyol, saat ini sudah berada di Ternate dengan keadaan sehat dan selamat.

3 warga negara Malaysia dengan keadaan selamat

10 warga negara Vietnam selamat

32 warga negara Thailand, 17 di antaranya masih menunggu untuk dievakuasi.

21 warga negara Tiongkok dengan kondisi aman.

7 warga negara Srilangka.

9 warga negara Belanda aman dan berada di Donggala.

20 warga negara Jerman dengan keadaan aman.

1 warga negara Swiss masih aman.

Sutopo mengatakan, saat ini setiap hari Kemlu terus berkoordinasi dengan petugas-petugas yang ada di lapangan untuk melakukan evakuasi.

"Kita bawa dengan pesawat atau transportasi lainnya untuk keluar dari daerah bencana," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×