kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Ini penyebab defisit neraca perdagangan


Jumat, 23 Agustus 2013 / 07:15 WIB
Ini penyebab defisit neraca perdagangan
ILUSTRASI. Ada yang Baru di WhatsApp, Simak Penjelasan Beberapa Fitur Pesan Suara Update Terbaru


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM A Tony Prasetiantono mengatakan, Indonesia terlalu tergantung pada ekspor komoditas. Hal ini menyebabkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit.

"(Neraca perdagangan) kita defisit karena ketergantungan pada ekspor komoditas," ungkap Tony dalam Market Outlook 2014 OCBC NISP di Jakarta, Kamis (22/8). Padahal, ujar dia, perdagangan Indonesia surpulus pada periode 2008-2012.

Menurut Tony, pemerintah seharusnya tak hanya bergantung pada sektor komoditas. Pertumbuhan sektor manufaktur pun mutlak didorong. Sayangnya, aku dia, daya saing sektor manufaktur Indonesia juga tak terlalu menggembirakan.

Tony menjelaskan, ketergantungan pemasukan devisa dari komoditas dalam bentuk bahan mentah tanpa banyak nilai tambah ini, merupakan salah satu penyumbang jebloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sepanjang 2013.

Nilai impor jauh melampaui ekspor yang didominasi komoditas, sementara impor yang terjadi juga banyak memuat komponen bahan baku alias bahan mentah untuk konsumsi. (Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×