kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Ini penjelasan Jokowi soal kereta cepat


Jumat, 04 September 2015 / 14:23 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan tidak akan membangun kereta api cepat Jakarta-Bandung. Sebab, menurut hasil tim penilai, untuk Jakarta-Bandung lebih cocok dibangun kereta berkecepatan sedang.

Nah, pembangunan kereta sedang ini akan kembali ditawarkan kepada investor. Namun, Jokowi menegaskan pembangunannya tidak akan memakai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Baik APBN secara langsung atau tidak, tidak akan digunakan untuk membangun proyek ini," ujar Jokowi, Jumat (4/9) di Jakarta.

Selain itu, pemerintah juga tidak akan menyediakan dana jaminan dalam bentuk apapun. Karena itu, pembangunanya akan dilakukan melalui skema kerjasama Business-to-Business.

Terkait hal tersebut, Jokowi memerintahkan Menteri Badan Usaha Milik Nenagara untuk menindaklanjutinya. Dalam penjelasannya, Jokowi juga mengatakan pemerintah akan mengembangkan kereta api cepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×