kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini kata Menhub soal pengaruh devaluasi yuan ke proyek kereta cepat


Rabu, 07 Agustus 2019 / 17:34 WIB

Ini kata Menhub soal pengaruh devaluasi yuan ke proyek kereta cepat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Devaluasi mata uang China yuan tidak banyak berpengaruh bagi pemerintah. Meski pun terdapat sejumlah proyek infrastruktur yang bekerja sama dengan negeri tirai bambu tersebut. 

Namun, kerja sama bersifat hubungan antar bisnis (business to business/B2B). "Tidak ada (pengaruh devaluasi yuan), keret cepat kan B2B," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (7/8).

Baca Juga: Perolehan nilai kontrak Wijaya Karya (WIKA) di semester I sebesar Rp 97 triliun

Oleh karena itu permasalahan investasi langsung kepada perusahaan gabungan yaitu PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Asal tahu saja, saham KCIC sebesar 60% dimiliki oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang dipimpin oleh Wijaya Karya.

Sementara 40% saham sisanya dimiliki oleh konsorsium perusahaan China, Beijing Yawan HSR. Budi menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemhub) tidak masuk dalam investasi KCIC.

Sebagai informasi nilai tukar yuan China saat ini terus melemah terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, pukul 11.21 WIB, Yuan di pasar spot pada level 7.0464 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,38%.

Baca Juga: Yuan China menguat 0,48% terhadap rupiah menjadi 2.019,62 (Pukul 16.33 WIB)

Adapun pada penutupan kemarin yuan di angka 7,0198 per dolar AS. Asal tahu saja, pelemahan Yuan sebagai langkah balasan atas tindakan Presiden AS Donald Trump yang menaikkan bea impor sebesar 10% terhadap produk China yang selama ini belum dikenakan tarif.

Sementara kurs yuan terhadap rupiah masih menguat. Pada Rabu (7/8) Pukul 15.08 WIB data Bloomberg,mencatat yuan China menguat berhadapan dengan rupiah.

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar yuan terhadap rupiah di pasar onshore menguat 0,83% menjadi 2.019,73. Kemarin, nilai tukar yuan berada di level 2.036,54 per rupiah.

Baca Juga: Simak dialog lengkap Destry Damayanti setelah resmi menjadi DGS BI 2019-2024


Reporter: Abdul Basith
Editor: Tendi

Video Pilihan


×