kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini kata Ekonom BCA soal IHK September 2019 yang mengalami deflasi


Selasa, 01 Oktober 2019 / 19:18 WIB
Ini kata Ekonom BCA soal IHK September 2019 yang mengalami deflasi
ILUSTRASI. David Sumual


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2019 mengalami deflasi sebesar 0,27% (mom). Hal ini disebabkan oleh penurunan harga pada bulan tersebut, bukan sebagai indikasi bahwa daya beli masyarakat berkurang.

Ekonom BCA David Sumual memandang bahwa penurunan harga terjadi pada harga bahan makanan yang bergejolak karena murni dipengaruhi oleh pasokan, bukan karena faktor produsen yang menurunkan harga akibat adanya penurunan daya beli.

"Bahan makanan seperti cabai dan bawang sangat dipengaruhi oleh distribusi oleh cuaca. Bahan makanan ini memang sangat fluktuatif," ujar David kepada Kontan.co.id, Selasa (1/10).

Baca Juga: BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) September naik 0,63% menjadi 103,88

David lalu menambahkan bahwa bahan makanan tersebut juga mudah busuk. Sehingga harganya memang murni dipengaruhi oleh cuaca, distribusi, dan seimbang atau tidaknya pasokan dan permintaan.

Selain itu, deflasi pada bulan September 2019 lalu juga dinilai sebagai normalisasi harga bahan pangan akibat musim kemarau panjang, terutama harga cabai.

Selanjutnya, David melihat bahwa bulan Oktober nanti masih akan ada peluang untuk tetap deflasi rendah, yaitu sekitar 0,1% - 0,2% (mom). Hanya saja, tetap ada peluang inflasi rendah dengan kisaran yang sama, yaitu 0,1% - 0,2% (mom).

Baca Juga: BPS catat deflasi 0,27% di September, ini daftar harga yang turun

Baru pada bulan November 2019 dan Desember 2019 akan terlihat tekanan, yaitu dengan adanya persiapan liburan sekolah serta liburan Natal dan Tahun Baru.

Sementara untuk tahun 2020, David menyebut ekspektasi inflasi akan sedikit meningkat, terutama pada harga-harga yang diatur oleh pemerintah, seperti cukai, gas, solar, listrik, dan premi BPJS yang akan mengalami kenaikan.

"Itu yang harus diwaspadai. Oleh karena itu, inflasi 2020 saya prediksi akan sedikit lebih tinggi," tambah David.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×