kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.732   -8,00   -0,05%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Ini jajaran negara-negara penyumbang defisit perdagangan nonmigas terbesar


Kamis, 23 Mei 2019 / 17:04 WIB
Ini jajaran negara-negara penyumbang defisit perdagangan nonmigas terbesar


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan bulan April 2019 kembali mengalami defisit. Neraca ekspor dan impor April 2019 menunjukkan defisit cukup tinggi sebesar US$ 2,5 miliar, dibandingkan bulan lalu yang mengalami surplus sebesar US$ 0,7 miliar.

“Defisit neraca perdagangan bulan April 2019 disebabkan melemahnya ekspor akibat penurunan permintaan global,” ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan dalam siaran persnya, Kamis (23/5).

Lebih lanjut, Kasan menjelaskan, defisit bulan April juga disebabkan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas dari US$ 0,4 miliar pada bulan lalu menjadi sebesar US$ 1,5 miliar pada April 2019. Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas juga menurun, dari surplus US$ 1,1 miliar menjadi sebesar US$ 1 miliar.

“Negara-negara mitra dagang seperti Amerika Serikat, India, Filipina, Belanda, dan Malaysia menyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar selama April 2019, yang secara total sebesar US$ 2 miliar. Sementara itu, RRT, Thailand, Jepang, Australia, dan Korea Selatan menyumbang defisit perdagangan nonmigas terbesar yang secara total mencapai US$ 3 miliar,” jelas Kasan.

Secara kumulatif, neraca perdagangan periode Januari-April 2019 masih mengalami defisit US$ 2,6 miliar. Hal ini disebabkan besarnya defisit neraca perdagangan migas yang mencapai US$ 2,8 miliar, sedangkan neraca perdagangan nonmigas hanya menyumbang surplus sebesar US$ 0,2 miliar.

Kinerja ekspor April 2019 tercatat US$ 12,6 miliar atau turun 13,1% dibandingkan ekspor bulan yang sama tahun 2018 (YoY). Pelemahan ekspor tersebut disebabkan penurunan ekspor migas sebesar 37,1% dan penurunan ekspor nonmigas sebesar 11,0%

“Secara kumulatif, ekspor Januari-April 2019 sebesar US$ 53,2 miliar, menurun sebesar 9,4% dibanding Januari-April 2018,” lanjut Kasan. 

Secara rinci, ekspor pada April 2019 mengalami pelemahan pada semua sektor. Ekspor sektor pertanian tahun lalu naik 7,4% dan tahun ini turun 15,9% (YoY). Ekspor sektor industri tahun lalu naik 8,1%, sedangkan tahun ini turun 11,8%. 

Ekspor sektor pertambangan tahun lalu naik 12,7%, sedangkan tahun ini turun 6,5%. Adapun ekspor sektor migas tahun lalu naik 324,1%, sedangkan tahun ini turun 37,1%.

Secara kumulatif Januari-April 2019, ekspor seluruh sektor juga mengalami pelemahan. Ekspor sektor pertanian turun 3,3% (YoY) dan tahun lalu juga turun 5,2%. Ekspor sektor industri turun 7,8%, sementara tahun lalu naik 5,4%. 

Ekspor sektor pertambangan turun 12,3%, sedangkan tahun lalu naik 33,4%. Ekspor sektor migas turun 18,2%, sementara tahun lalu naik 2,5%.

Selain itu, penurunan ekspor nonmigas selama periode Januari-April 2019 juga dipicu melemahnya ekspor ke pasar sepuluh besar, kecuali Filipina dan Vietnam yang masing-masing naik sebesar 2,9% dan 27,1%. “Hal ini menunjukkan kondisi pelemahan permintaan pasar negara-negara tujuan utama ekspor Indonesia,” jelas Kasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×