kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.883   25,00   0,14%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ini Dia Manfaat Percepatan Realisasi Belanja Negara ke Pertumbuhan Ekonomi


Selasa, 07 November 2023 / 04:45 WIB
Ini Dia Manfaat Percepatan Realisasi Belanja Negara ke Pertumbuhan Ekonomi
ILUSTRASI. Memegang peran penting sebagai peredam guncangan perekonomian, belanja negara produktif perlu dipercepat.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memegang peran penting sebagai peredam guncangan perekonomian, belanja negara produktif perlu dipercepat.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan, salah satu belanja yang perlu didorong adalah belanja yang langsung diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain catatan belanja pemerintah kemudian moncer dan mendukung perhitungan pertumbuhan, ini juga akan mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga. 

"Seperti, bantuan sosial dan subsidi akan mendukung konsumsi khususnya rumah tangga berpendapatan rendah hingga menengah," tutur Andry kepada Kontan.co.id, Senin (6/11). 

Selain itu, Andry juga meminta penyaluran belanja barang, belanja pegawai, dan belanja modal harus dicairkan lebih cepat untuk memberi dampak langsung dan dampak multiplier terhadap perekonomian. 

Baca Juga: Rupiah Kembali ke Level Rp 15.500 Per Dolar AS, Bagaimana Fundamentalnya?

Nah, Kementerian Keuangan juga pernah berjanji, untuk mengebut belanja dalam mencapai target defisit APBN 2023 di kisaran 2,30% dari produk domestik bruto (PDB). Meski per akhir kuartal III-2023 APBN 2023 masih surplus 0,32% PDB. 

Dengan demikian, akan ada realisasi belanja yang besar, penerimaan pajak yang diyakini masih akan terjaga, dan rencana penerbitan utang. Nah, likuiditas dari upaya pemerintah dalam mengejar target defisit fiskal tersebut diperkirakan akan mencapai sekitar Rp 454 triliun. 

Angka ini tak hanya mendorong stimulus terhadap konsumsi rumah tangga, tetapi juga, "Akan meningkatkan likuiditas perbankan yang saat ini dalam kondisi ketat," tambah Andry. 

Selain itu, Andry juga melihat dana pemerintah daerah di perbankan mulai menurun pada kuartal III-2023 yang mengindikasikan adanya penggunaan dana untuk pembangunan dan belanja yang bisa mendukung perekonomian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×