kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini dia 6 fakta pasangan suami istri yang menyerang Wiranto


Jumat, 11 Oktober 2019 / 16:14 WIB

Ini dia 6 fakta pasangan suami istri yang menyerang Wiranto
ILUSTRASI. Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto diserang pasangan suami istri, SA dan FD, Kamis (10/10) siang.

Penyerangan terjadi saat Wiranto turun dari mobil di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang usai menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar. Pasangan suami istri yang menyerang Wiranto itu kemudian diamankan oleh petugas yang ada di lokasi.

Berikut fakta dari pasangan suami istri yang menyerang Wiranto di Pandeglang, Banten:

Baca Juga: Fakta Abu Rara penusuk Wiranto, lulus fakultas hukum dan rumahnya digusur

1. Beda usia 31 tahun

FD lahir di Brebes, 3 Mei 1999. Saat ini, usia FD berusia 20 tahun. Sementara SA yang disebut suami FD lahir di Medan pada 1968 dan sekarang berumur 51 tahun.

Beda usia pasangan suami istri yang tinggal di rumah kontrakan di Desa Kampung Sawah, Pandeglang, ini adalah 31 tahun. SA disebutkan pernah menikah dan memiliki dua anak perempuan.

2. Disebut menikah pada Agustus 2019

Saefudin, Ketua RT di Desa Sitanggal, Brebes, tempat kelahiran FD, mengatakan, perempuan yang menyerang Wiranto tersebut belum menikah. Namun, dia mendapatkan kabar bahwa FD berencana melangsungkan lamaran.

Saat di Brebes, FD tinggal bersama orangtua, kakak, serta adiknya. FD diceritakan sudah merantau sejak lulus sekolah dasar (SD) dan bekerja sebagai asistem ruma tangga.

Terakhir kali FD pulang saat Lebaran tahun ini. "Kalau pulang jarang hubungan sama tetangga. Terakhir pulang Lebaran kemarin. Saat pulang ia sendirian. Tidak pernah bawa teman. Kan dia belum menikah," kata Saefudin.

Baca Juga: Ini motif penusukan terhadap Wiranto versi Polri

Pernyataan berbeda disampaikan Mulyadi, Ketua RT di Kampung Sawah, Pandeglang, tempat pasangan suami istri tersebut tinggal di rumah kontrakan. Mulyadi bilang, SA tinggal di rumah kontrakan sejak Februari 2019 bersama anak perempuan yang berusia 13 tahun.

Sekitar tiga bulan atau tepatnya Agustus 2019. SA meminta izin untuk menikah di Bogor. "Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan," ujar Mulyadi.


Reporter: kompas.com
Editor: S.S. Kurniawan

Video Pilihan

Tag
Terpopuler

Close [X]
×