kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45777,08   1,78   0.23%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Fakta Abu Rara penusuk Wiranto, lulus fakultas hukum dan rumahnya digusur


Jumat, 11 Oktober 2019 / 10:47 WIB
Fakta Abu Rara penusuk Wiranto, lulus fakultas hukum dan rumahnya digusur
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yan

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Kamis (10/10/2019) siang, Abu Rara mendekati Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang baru saja turun dari mobil di Alun-alu Menes, Pandeglang, Banteng. 

Mengutip Kompas.com, Abu Rara berpura-pura ingin menyalami Wiranto seperti kebanyakan warga yang ingin bersalaman dengan pejabat. Saat itu, Kapolsek Menes Kompol Daryanto menyambut Wiranto yang baru saja meresmikan gedung kuliah bersama Universitas Mathla'ul Anwar. 

Baca Juga: Wiranto ditusuk, target serangan teroris diprediksi semakin meluas

Namun tiba-tiba Abu Rara mengeluarkan senjata tajam dan menusuk bagian perut Wiranto. 

Semuanya berlangsung cepat. Wiranto nyaris tersungkur di jalan. Kapolsek Menes yang berada di dekat Wiranto langsung mengamankan Abu Rara. 

Tidak disangka, FD (sebelumnya disebut FA) seorang perempuan bercadar, istri Abu Rara menyerang punggung Kapolsek. Korban lain yang terluka adalah ajudan Wiranto dan Fuad Syauki, tokoh masyarakat setempat. 

Wiranto yang terluka di bagian perut segera dilarikan ke rumah sakit. Sementara dua pelaku ditangkap oleh polisi. 

Pernah gunakan narkoba pil kurtak 

Abu Rara atau SA kelahiran Medan tahun 1968. Saat ini dia berusia 51 tahun. Abu Rara dikenal pintar dan cerdas. Dia menyelesaikan kuliahnya di fakultas hukum di salah satu universitas ternama di Sumatra Utara.

Baca Juga: Wiranto ditusuk, BIN mengaku akan lebih banyak mendegar dan waspada

Kala itu, SA dan keluarganya tinggal di Jalan Alfakah, Kelurahan Tanjung Mulia, Hilir, Kecamatan Medan Deli. Saat usianya 27 tahun, SA menikah dengan istrinya yang pertama yakni Netty pada tahun 1995. Sayangnya pernikahan tersebut hanya bertahan 3 tahun. Mereka bercerai. 

Hal tersebut membuat SA frustrasi dan mengkonsumsi narkoba jenis pik kurtak. Dia juga sering ikut judi togel. "Sampai hitam keningnya disundutnya dengan api rokok setelah makan 12 butir kurtak. Itu di depanku," cerita Alex (39), sahabat SA di Medan. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×