kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.860   17,00   0,10%
  • IDX 8.199   -66,45   -0,80%
  • KOMPAS100 1.155   -13,03   -1,12%
  • LQ45 828   -11,69   -1,39%
  • ISSI 294   -1,94   -0,65%
  • IDX30 431   -4,60   -1,05%
  • IDXHIDIV20 515   -6,39   -1,23%
  • IDX80 129   -1,50   -1,15%
  • IDXV30 142   -0,74   -0,51%
  • IDXQ30 139   -2,08   -1,47%

Ini dampak penggantian asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan APBN 2021


Rabu, 13 Mei 2020 / 15:15 WIB
Ini dampak penggantian asumsi dasar ekonomi makro sebagai dasar perhitungan APBN 2021
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri Rapat Paripurna DPR yang mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1/2020 menjadi Undang-Undang, Selasa (12/5)


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

"Penggantian asumsi ini, mungkin akan lebih menciptakan ekspektasi dan kepercayaan pada market akan postur APBN yang lebih realistis," kata Fikri.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman menjelaskan, penggunaan SPN 3 bulan dipandang tidak lagi relevan dengan perhitungan bunga utang di APBN.

Baca Juga: Ini 5 modalitas yang digunakan dalam program pemulihan ekonomi nasional

Hal ini, karena utang berbunga mengambang atau variable-rate debt yang menggunakan SPN 3 bulan sebagai referensi, jumlahnya sudah semakin mengecil. Baik terhadap portofolio utang pemerintah maupun porsinya dalam pembayaran bunga utang setiap tahun.

Luky mengatakan, saat ini penerbitan utang pemerintah sebagian besar dilakukan dalam tingkat bunga tetap atau fixed-rate debt.
Dengan demikian, penggunaan suku bunga SBN 10 tahun dipandang dapat merepresentasikan biaya penerbitan utang pemerintah secara lebih baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×