kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Ini aturan teknis Kemenhub tentang pengendalian transportasi selama masa mudik


Kamis, 23 April 2020 / 21:31 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). Arus mudik di gerbang tol Cipali pada H-6 terpantau padat. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wsj.


Reporter: Selvi Mayasari, Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Lalu terkait pemberian sanksi bagi pelanggar larangan mudik pada tahap awal penerapannya pemerintah akan mengedepankan cara-cara persuasif. Dimana pada tahap pertama yaitu tanggal 24 April - 7 Mei 2020, yg melanggar akan diarahkan untuk kembali ke asal perjalanan.

Sedangkan pada tahap kedua yaitu tanggal 7 - 31 Mei 2020, bagi yang melanggar selain diminta kembali ke asal perjalanan juga akan dikenai sanksi susuai UU yang berlaku termasuk adanya denda.

Baca Juga: Resmi, Kemenhub larang operasi transportasi umum mulai Jumat 24 April 2020

Kementerian Perhubungan bersama pihak-pihak terkait juga telah dan akan terus berkoordinasi untuk melaksanakan teknis implementasi kebijakan ini. Termasuk diantaranya kementerian terkait, Kepolisian, Pemerintah Daerah, Otoritas Bandara, Otoritas Pelabuhan, dan Operator Kereta.

"Kami minta masyarakat agar dapat mempersiapkan diri dan mematuhi peraturan ini. Mulai malam ini semua unsur turun ke lapangan memastikan penerapan peraturan ini," tutur Adita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×