kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Ini alasan Prabowo tak serang Jokowi-JK saat debat


Selasa, 10 Juni 2014 / 12:33 WIB
ILUSTRASI. Cara melihat kata sandi IG.


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Tjatur Sapto Edy merasa puas dengan hasil debat calon presiden dan calon wakil presiden tahap pertama, Senin (9/6) malam.

Menurutnya, dalam debat tersebut Prabowo tampil sebagai negarawan dan pasangan yang menjadi rival diposisikan sebaliknya. "Saya melihatnya, Pak Prabowo sangat menonjol bersikap sebagai negarawan," kata Tjatur, Selasa (10/6).

Dia menjelaskan, kenegarawanan Prabowo tampak dari gagasan dan jawaban yang dilontarkan sepanjang acara debat. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menjawab semua pertanyaan tanpa menjatuhkan pihak mana pun, termasuk Joko Widodo-Jusuf Kalla yang menjadi lawan debatnya.

Tjatur menegaskan, Prabowo atau Hatta bisa saja melontarkan pertanyaan yang bersifat menyudutkan Jokowi. Misalnya seperti kasus pengadaan bus Transjakarta, komitmen kepemimpinannya di Solo dan Jakarta, serta isu-isu lain yang bisa mendiskreditkan Jokowi.

Akan tetapi, Prabowo memilih memberikan pertanyaan dan jawaban sesuai dengan pilihannya sendiri. Alasannya satu, yakni komitmen untuk tidak menyerang rival dalam kebijakan atau secara pribadi. "Pak Prabowo memberikan teladan. Tidak pernah menyerang, tapi kalau diserang siap menjawab dan tidak membalas," tandasnya.

Seperti diketahui, debat capres-cawapres di Balai Sarbini, Senin malam, berlangsung cukup menarik. Masing-masing pasangan menjawab semua pertanyaan moderator dan saling melontarkan pertanyaan pada pasangan yang menjadi lawannya.

Mewakili Jokowi, Jusuf Kalla meminta Prabowo menjelaskan visinya dalam penuntasan pelanggaran HAM di masa lalu. Sementara itu, Prabowo meminta Jokowi-Kalla memberikan padangan mengenai pemilu kepala daerah agar berlangsung efektif tanpa membebani anggaran negara. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×