kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini alasan gelar pahlawan bagi Soekarno-Hatta


Rabu, 07 November 2012 / 14:49 WIB
ILUSTRASI. Spanduk bertuliskan harga tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) terpasang di sebuah lokasi penyedia layanan tes COVID-19 di Jakarta,


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Negara dan pemerintah telah menganugerahi gelar pahlawan nasional untuk Ir Soekarno dan Drs Mohammad Hatta. Banyak faktor dan alasan yang menegaskan kedua tokoh ini layak menjadi pahlawan nasional.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan alasan pemberian gelar yang baru dilakukan pada saat ini. Pemerintah menilai, Soekarno  dan Hatta adalah orang yang aktif merumuskan, menyusun, dan mendeklarasikan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Soekarno adalah presiden Indonesia pertama dan Hatta adalah wakil presiden Indonesia pertama. "Namun kebesaran dan peran sejarah beliau lebih dari itu," ujarnya, Rabu (7/11).

Menurut SBY, Bung Karno dan Bung Hatta adalah tokoh pergerakan nasional dan tokoh pejuang melawan penjajahan yang harus diasingkan ke tempat pengasingan seperti Flores, Bengkulu dan Digul. Selain itu, SBY menilai keduanya adalah perintis kemerdekaan dan berperan penting dalam mengantarkan kemerdekaan. Mereka pemikir, perumus dan peletak dasar Indonesia merdeka.

SBY mengungkapkan dalam pandangannya pikiran dan Pidato Bung Karno yang telah mengubah jalannya sejarah yaitu Indonesia Menggugat pada Desember 1929, pidato 1 Juni 1945 tentang Pancasila, dan Pidato di depan sidang umum PBB pada 30 September 1960 yang berjudul "To Build the World A New".

Pemerintah juga menilai keduanya telah mempelopori dan memimpin bersama sejumlah pemimpin dunia yang lain dalam pembentukan gerakan Non-Blok dan gerakan solidaritas Asia-Afrika. Selain itu, dia mengatakan, Soekarno juga memberikan komando untuk membebaskan Papua dari tangan Belanda, yang terkenal dengan Tri Komando Rakyat, atau Trikora.
 
Alasan lainnya karena idealisme dan komitmen Bung Karno yang amat kuat pada nasionalisme dan persatuan bangsa,  kedaulatan negara serta kemandirian sebagai bangsa yang merdeka. Bung Karno juga memberikan teladan dan menyerukan rakyat semangat membaca, berpikir dan menuntut ilmu.

Sementara itu, Hatta dianggap telah pikiran dan pidato yang mempengaruhi jalannya sejarah, seperti Pidato Indonesia Merdeka, 22 Maret 1928,  Pidato di Lapangan IKADA 8 Desember 1942, yang membakar nasionalisme rakyat Indonesia, serta pemikiran utama tentang demokrasi, ekonomi dan koperasi.

Bung Hatta juga dianggap berkontribusi dalam merintis dan mempertahankan kemerdekaan. Pemerintah mencatat Hatta  memimpin Delegasi Indonesia dalam Kongres di Perancis tahun 1926, yang memperkenalkan Indonesia dan memimpin Delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, 27 Desember 1945, sebagai pernyataan resmi Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

Pemerintah juga menyatakan, Bung Hatta memiliki idealisme dan pandangan yang amat kuat pada hak-hak asasi manusia, demokrasi, dan koperasi sebagai pilar perekonomian nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×