kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.010   47,00   0,26%
  • IDX 5.801   105,92   1,86%
  • KOMPAS100 754   18,89   2,57%
  • LQ45 572   15,05   2,70%
  • ISSI 201   2,21   1,11%
  • IDX30 324   8,41   2,66%
  • IDXHIDIV20 398   9,17   2,36%
  • IDX80 86   2,13   2,56%
  • IDXV30 108   1,63   1,53%
  • IDXQ30 104   2,26   2,22%

Ingin kembangkan ekonomi digital, pemerintah akan susun regulasi yang tak mengekang


Selasa, 15 Desember 2020 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Ekonomi Digital


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin menuturkan, berdasarkan study Google Temasek jumlah konsumen baru yang memanfaatkan ekonomi digital meningkat 37%. Adapun dari jumlah tersebut 93% diantaranya menyatakan akan tetap memanfaatkan produk ekonomi digital meskipun pandemi sudah selesai.

Untuk membangun ekonomi digital dengan adanya peluang transformasi digital tersebut, pemerintah berencana membungkusnya dalam regulasi yang tidak mengekang. Rudy menekankan regulasi yang memayungi nantinya harus bersifat sebagai pedoman yang akan membuat ekosistem ekonomi digital tumbuh dengan sehat.

"Contohnya misal level of playing field tak akan terjadi apabila kita sangat mengatur offline dengan online dan sebagainya. Ini harus kolaborasi, ini harus kita hidupkan sehingga dengan adanya kolaborasi misalnya online dengan offline atau luar negeri dengan dalam negeri ini bisa menjadi ekosistem yang baik, yang akhirnya menjadi suatu jalan keluar untuk ekosistem ekonomi digital kita," jelas Rudy dalam diskusi daring Indonesia Digital Conference 2020 pada Selasa (15/12).

Baca Juga: Dorong UMKM, Himbara dan BUMN gelar Festival Diskon Nasional

Rudy menyebut ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam membangun ekosistem ekonomi digital, misalnya terkait literasi digital. Peningkatan literasi digital melalui revitalisasi pendidikan baik di sekolah formal, kursus atau pelatihan perlu dilakukan secara besar-besaran.

Kemudian mengenai infrastruktur digital yang diakui masih ada kesenjangan antara satu daerah dengan daerah lainnya, menjadi tugas rumah ke depan. "Kita ketahui bersama bahwa infrastruktur kalau kita di Jakarta atau di Pulau Jawa masih ngga terlalu bermasalah tapi kalau di luar Jawa mungkin sudah agak bermasalah dengan infrastruktur digital," kata Rudy.

Kemudian terkait UMKM, Rudy menjelaskan perlu adanya dorongan bagi para pelaku untuk memanfaatkan ekosistem ekonomi digital sebagai wadah melebarkan pasar produknya hingga global.

"Jangan sampai kita hanya jadi penonton saja. Tapi bagaimana produk-produk kita bisa ke global melalui e-commerce. Bagaimana UMKM makers atau produsen bisa tumbuh jadi pemain global," ujarnya.

Selanjutnya: Simak target pertumbuhan kredit perbankan tahun 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×