kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Inflasi tinggi, BI rate tak perlu naik lagi


Senin, 01 Desember 2014 / 17:48 WIB
ILUSTRASI. Cara share musik di Instagram notes. 


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Inflasi pada bulan November tercatat 1,50%. Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada bulan Desember akan naik menjadi 2%-2,2%.

Ekonom Danamon Dian Ayu Yustina berpendapat, inflasi yang terjadi pada bulan November memang lebih tinggi daripada ekspektasi. Hal ini disebabkan efek langsung harga makanan yang memang telah diantisipasi sejak jauh hari sebelum adanya pengumuman kenaikan harga BBM.

Dian memprediksi, inflasi hingga akhir tahun akan berada pada level 7,3%. Dengan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 bps yang dilakukan oleh BI kemarin diharapan bisa menyesuaikan inflasi lebih cepat lagi.

"Maka dari itu, kami memprediksi inflasi pada akhir tahun 2015 bisa turun ke 5%," papar Dian. Ekonom DBS Gundy Cahyadi melihat, inflasi yang terjadi saat ini adalah sementara. Maka dari itu, BI tidak perlu menaikkan lagi suku bunganya. Gundy melihat, puncak inflasi akan terjadi pada Januari atau Februari di mana pada saat itu inflasi tahunan bisa mencapai 7,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×