CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Inflasi masih rendah, BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan


Selasa, 20 Juli 2021 / 13:14 WIB
Inflasi masih rendah, BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan
ILUSTRASI. Layar menampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom BNI Ryan Kiryanto memperkirakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan alias BI 7 Day Reserve Repo Rate (BI7-DRRR) di level 3,50% pada Juli 2021.   

Sebab, ia menuturkan realisasi dan outlook inflasi masih rendah berkisar 1,8% sampai 2,2% di 2021 ini. Selain itu pertimbangan proyeksi tersebut adalah, pertama, tekanan eksternal masih tinggi terutama dengan recovery ekonomi Cina dan Amerika Serikat (AS).

Kedua, akan ada potensi kenaikan inflasi global seiring dengan pertumbuhan ekonominya. 

Ketiga, tekanan terhadap rupiah masih tinggi dari sentimen penguatan dolar AS terhadap mata uang kuat dunia lainnya.

Keempat, masih ada sentimen negatif terhadap perekonomian nasional seiring dgn masih tingginya angka kasus Covid19 secara harian rata-rata lebih dari 40.000 kasus sepekan ini. 

Baca Juga: Ekonom Indef proyeksikan BI akan turunkan bunga acuan jadi 3,25% pada Juli 2021

Kelima, untuk menjaga kepercayaan pasar, terlebih setelah Bank Sentral Korea menaikkan suku bunga pekan lalu.

“Bagi BI, pilihan mempertahankan suku bunga acuan adalah yang terbaik di masa pandemi saat ini,” kata Ryan kepada Kontan.co.id, Senin (19/7).

Sejalan dengan itu, Kepala ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan di RDG bulan ini di 3,50%. Menurut David, inflasi masih stabil. Aktivitas ekonomi masih stabil karena PPKM darurat diterapkan dan mobilitas menurun.

Begitu pula dengan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, perkiraanya terhadap BI yang akan tetap mempertahankan suku bunga disebabkan, karena BI tentunya masih berkomitmen untuk membantu pemulihan ekonomi dengan tetap mempertahankan kebijakan moneter longgar sebagaimana dicerminkan suku bunga yangg rendah.

“BI belum perlu mengkhawatirkan terjadinya kenaikan suku bunga di Luar Negeri. Khususnya the Fed diperkirakan belum akan melakukan tapering dalam tahun ini,” tandasnya. 

Selanjutnya: Jelang RDG BI, rupiah berpotensi stabil cenderung menguat

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×