kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Inflasi landai, daya beli lemah, rangking EODB


Kamis, 02 November 2017 / 07:20 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daya beli konsumen pada Oktober 2017 kembali menunjukkan perlemahan. Ini terindikasi dari data inflasi pada periode yang sangat rendah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka inflasi Oktober 2017 hanya 0,01%, turun dari sebulan sebelumnya yang mencapai 0,13%. Inflasi inti yang menjadi indikator daya beli konsumen juga turun. Ada apa?

Padahal, jelang akhir tahun biasanya konsumsi masyarakat meningkat. Simak penjelasannya di halaman 2 Harian KONTAN edisi Kamis (2/11).

Selain itu, kami juga mengulas berita tentang kenaikan peringkat Indonesia dalam hal kemudahan berbisnis atau ease of doing business (EODB) tahun 2018 yang meningkat dari 91 menjadi 72.

Namun, dibalik prestasi itu, masih ada sejumlah kekurangan. Ini pula yang menimbulkan ketidakpuasan Presiden Joko Widodo. Apa saja?

Kami juga mengulas berita tentang indeks produksi industri manufaktur pada kuartal III 2017 yang mencapai titik tertinggi dalam dua tahun terakhir. Akankah hal itu bisa menjadi good news bagi perekonomian nasional?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×