kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Inflasi inti Juli naik, Perry: Tak ada dampak pelemahan rupiah


Jumat, 03 Agustus 2018 / 15:38 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Juli sebesar 0,28%  secara bulanan dan 3,18% year on year (yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Namun, inflasi inti Juli tercatat 0,41% dan 2,87% yoy.

Secara bulanan, angka itu tertinggi sejak Februari 2017. Sementara secara tahunan, inflasi inti tersebut tertinggi sejak Januari 2018.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melihat, meski inflasi inti tinggi, tetapi tidak ada dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah. Walaupun nilai tukar rupiah di Juli sempat menembus level Rp 14.500 per dollar Amerika Serikat (AS).

"Kami tidak lihat ada dampak itu," kata Perry, Jumat (3/8).

Menurut Perry, tingginya inflasi inti Juli lantaran pada bulan itu ada kenaikan biaya sekolah dan biaya sewa-sewa. Hal itu sesuai pola musimannya.

"Jadi kenaikan inflasi inti itu sebagian besar karena faktor-faktor musiman yang terkait dengan biaya sekolah dan biaya sewa yang biasanya memang pada Juli itu pada saat pembayaran," tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×