kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Inflasi inti Juli naik, Perry: Tak ada dampak pelemahan rupiah


Jumat, 03 Agustus 2018 / 15:38 WIB
Inflasi inti Juli naik, Perry: Tak ada dampak pelemahan rupiah
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Juli sebesar 0,28%  secara bulanan dan 3,18% year on year (yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Namun, inflasi inti Juli tercatat 0,41% dan 2,87% yoy.

Secara bulanan, angka itu tertinggi sejak Februari 2017. Sementara secara tahunan, inflasi inti tersebut tertinggi sejak Januari 2018.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melihat, meski inflasi inti tinggi, tetapi tidak ada dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah. Walaupun nilai tukar rupiah di Juli sempat menembus level Rp 14.500 per dollar Amerika Serikat (AS).

"Kami tidak lihat ada dampak itu," kata Perry, Jumat (3/8).

Menurut Perry, tingginya inflasi inti Juli lantaran pada bulan itu ada kenaikan biaya sekolah dan biaya sewa-sewa. Hal itu sesuai pola musimannya.

"Jadi kenaikan inflasi inti itu sebagian besar karena faktor-faktor musiman yang terkait dengan biaya sekolah dan biaya sewa yang biasanya memang pada Juli itu pada saat pembayaran," tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×