kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Indonesia-Vietnam genjot volume perdagangan hingga US$ 5 miliar


Rabu, 14 September 2011 / 13:57 WIB
Indonesia-Vietnam genjot volume perdagangan hingga US$ 5 miliar
ILUSTRASI. Kepemilikan saham Pemprov DKI di produsen Anker Bir, Delta Djakarta (DLTA), tetap sebesar 26,25%.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can



JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Vietnam menyepakati peningkatan kerjasama ekonomi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, kedua negara sepakat menargetkan volume perdagangan mencapai US$ 5 miliar hingga 2015 mendatang.

Tahun ini, volume perdagangan Indonesia dengan Vietnam baru sebesar US$ 3,3 miliar. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan, kerjasama ekonomi juga mencakup sinergi keunggulan kedua negara.

Sebagai contoh, Vietnam unggul dalam produksi beras dan Indonesia pada bidang perikanan. "Kita paketkan menjadi satu dalam kerjasama pangan," katanya usai mendampingi SBY menerima kunjungan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung, Rabu (14/9).

Indonesia membuka peluang bagi Vietnam untuk menangkap ikan di perairan dalam negeri. Kemudian Vietnam membuka peluang dalam kerjasama beras. "Ini tidak hanya perdagangan dan jangan berfikir kita impor terus. Suatu saat kita tentu mengekspor," katanya.

Kerjasama lainnya adalah mengembangkan iklim investasi kedua negara. Hatta bilang, kedua negara sama-sama membuka pintu untuk investasi.

Nguyen Tan Dung menambahkan, kedua negara sepakat melakukan promosi perdagangan. Dia juga berharap pemerintah Indonesia mendukung perusahaan Vietnam berinvestasi di sini.

Usai pertemuan itu, Indonesia-Vietnam bersama-sama menekan rencana aksi implementasi tentang comprehensive partnership memasuki abad 21 dan nota kesepahaman Kementerian Luar negeri RI dan Kementerian Luar Negeri Republik Sosialis Vietnam untuk meningkatkan komunikasi dan konsultasi bilateral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×