kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Indonesia sambut kedatangan Greenpeace


Rabu, 07 Maret 2018 / 16:28 WIB

Indonesia sambut kedatangan Greenpeace
ILUSTRASI.

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia menyembut kedatangan kapal Rainbow Warrior milik Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) jaringan global Greenpeace.

Kedatangan Greenpeace di Indonesia akan berjalan dengan berbagai kegiatan mengenai kampanye kelestarian lingkungan hidup. Misi yang di bawa adalah terkait dengan penjagaan hutan di Papua, polusi udara, serta penggunaan energi terbarukan.


"Misi Greenpeace mendukung pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan salah satunya Papua sebagai hutan hujan di Indonesia," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono, Rabu (7/3).

Bambang bilang akan memperlihatkan kepada Greenpeace mengenai perhutanan sosial di Papua. Perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Hingga tahun 2018, luas hutan adat Indonesia mencapai 1,46 juta hektare (ha). Lahan tersebut dimanfaatkan oleh 299.711 kepala keluarga.

Hutan sosial tersebut bisa membuat hutan tetap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. "Bersama Greenpeace kita akan melihat seperti apa pemanfaatan hasil hutan yang bisa dikelola oleh masyarakat," terang Bambang.

Kedatangan kapal Rainbow Warrior tersebut direncanakan bersandar di berbagai daerah. Setelah singgah di Filipina, kapal Greenpeace akan memasuki Indonesia dengan bersandar di Manokwari.

Selepas itu kapal tersebut akan melalui Raja Ampat dan berlayar menuju Bali. Kapal Greenpeace juga akan menyambangi Jakarta dan Semarang sebelum melanjutkan perjalanan ke Thailand.

Kedatangan kapal Greenpeace kali merupakan yang terlama di Indonesia. "Direncanakan kapal Rainbow Warrior akan berada di Indonesia selama dua bulan," jelas Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak.

Saat ini Greenpeace dianggap sebagai stake holders bagi KLHK. Hal tersebut berbeda dibandingkan dengan masa pemerintahan Soeharto.

Ketika Greenpeace datang pada masa pemerintahan Soeharto, kapal Greenpeace dijaga ketat seperti penyusup. "Saat kepemimpinan presiden Soeharto kapal Greenpeace diikuti oleh banyak intelijen seperti ada kekuatan asing yang masuk ke Indonesia," ungkap Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad.


Reporter: Abdul Basith
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×