kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.959   22,56   0,25%
  • KOMPAS100 1.236   6,44   0,52%
  • LQ45 871   3,11   0,36%
  • ISSI 326   2,06   0,64%
  • IDX30 442   2,74   0,62%
  • IDXHIDIV20 521   4,32   0,84%
  • IDX80 138   0,77   0,56%
  • IDXV30 145   1,30   0,90%
  • IDXQ30 142   1,11   0,79%

Indonesia Paling Banyak Impor Mesin dan Peralatan Mekanis pada Januari-Oktober 2025


Senin, 01 Desember 2025 / 12:34 WIB
Indonesia Paling Banyak Impor Mesin dan Peralatan Mekanis pada Januari-Oktober 2025
ILUSTRASI. Neraca Perdagangan Surplus, Aktivitas bongkar muat Peti Kemas di pelabuhan Jakarta International Countainer Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/4/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga komoditas utama penyumbang impor non minyak dan gas (migas) sepanjang Januari-Oktober 2025.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga komoditas utama penyumbang impor non minyak dan gas (migas) sepanjang Januari-Oktober 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik BPS Pudji Ismartini menyampaikan, tiga komoditas utama yang paling banyak diimpor adalah mesin/peralatan mekanis, mesin/peralatan elektrik, hingga kendaraan dan bagiannya.

“Sepanjang Januari-Oktober 2025 nilai impor tiga komoditas tersebut memberikan share 37,84% terhadap total impor non migas,” tutur Pudji dalam konferensi pers, Senin (1/12/2025).

Baca Juga: Impor Konsumsi dan Bahan Baku/Penolong Kompak Turun Sepanjang Januari-Oktober 2025

Adapun Indonesia paling banyak melakukan impor yakni komoditas mesin/peralatan mekanis mencapai US$ 30,10 miliar atau meningkat 7,41% dari periode sama tahun lalu.

Dari sisi volumenya, impor mesin/peralatan mekanis mencapai 3,89 juta ton atau naik 8,29% dari periode sama tahun lalu.

Selanjutnya, impor mesin/perlengkapan elektrik mencapai US$ 25,71 miliar atau naik 13,40%. Dari sisi volumenya juga meningkat 23,44% atau mencapai 1,77 juta ton.

Terakhir, impor kendaraan dan bagiannya mencapai US$ 9,10 miliar atau naik 15,39%. Dari sisi volumenya juga naik 21,71% atau mencapai 1,38 juta ton.

Baca Juga: BPS: Impor Pada Oktober 2025 Turun Jadi US$ 21,84 Miliar

Untuk diketahui secara kumulatif, nilai impor sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai US$ 198,16 miliar, atau naik 2,19% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Impor tersebut terdiri dari impor migas mencapai US$ 26,56 miliar atau turun 12,67%, dan impor non migas mencapai US$ 171,61 miliar atau naik 4,95%.

Selanjutnya: Sari Kreasi Boga (RAFI) Siapkan Lini Usaha Baru untuk Kejar Pertumbuhan Bisnis 2026

Menarik Dibaca: Cessa Gandeng RS Bunda Group, Hadirkan Solusi untuk Bayi Baru Lahir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×