kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Indonesia-Malaysia reaktifasi BTA


Kamis, 30 Juni 2016 / 19:40 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat working group Border Trade Agreement (BTA) atau perdagangan lintas batas, kembali diaktifkan. Hal tersebut disepakati kedua negara dalam pertemuan The 2nd Indonesia-Malaysia Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Ministerial di Jakarta, Kamis (30/6).

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan, Malaysia merupakan mitra dagang terbesar ke-2 dan mitra investasi potensial di ASEAN. Banyak sekali peluang yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perdagangan di antara kedua negara.

"Setelah lama vakum, reaktivasi working group BTA ini merupakan salah satu hasil positif yang disepakati Pemerintah Indonesia dan Malaysia," tuturnya, Kamis (30/6).

Pertemuan JTIC pertama dilangsungkan pada 2008 lalu. Menurut Tohmas, pertemuan JTIC secara keseluruhan membahas berbagai isu bilateral di bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Malaysia. Tahun 2015, total perdagangan kedua negara sebesar US$ 16 miliar atau turun 21,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Kedua negara menginginkan agar nilai perdagangan Indonesia dan Malaysia yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo dan PM Najib sebesar US$ 30 miliar bisa benar-benar terwujud di masa mendatang," ujar Thomas.

Melalui forum pertemuan tingkat Menteri JTIC ini, diharapkan jaringan kerja antara pengusaha Indonesia dan Malaysia dapat menciptakan peluang bisnis, dan akses pasar potensial. “Indonesia mendorong agar pada pertemuan JTIC ke-3 yang akan datang bisa dilakukan business engagement di antara kedua negara yang sifatnya government to business (G to B) sehingga apabila ada persoalan yang dihadapi pihak swasta dapat segera dicarikan jalan keluar,” ujar Thomas.

Selain reaktivasi BTA, Indonesia juga membahas isu pemalsuan produk Indonesia di Malaysia. Thomas mengungkapkan, bahwa pemerintah Malaysia sangat mendukung penyelesaian kasus pemalsuan produk Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×