kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Indonesia-Malaysia reaktifasi BTA


Kamis, 30 Juni 2016 / 19:40 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat working group Border Trade Agreement (BTA) atau perdagangan lintas batas, kembali diaktifkan. Hal tersebut disepakati kedua negara dalam pertemuan The 2nd Indonesia-Malaysia Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Ministerial di Jakarta, Kamis (30/6).

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan, Malaysia merupakan mitra dagang terbesar ke-2 dan mitra investasi potensial di ASEAN. Banyak sekali peluang yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perdagangan di antara kedua negara.

"Setelah lama vakum, reaktivasi working group BTA ini merupakan salah satu hasil positif yang disepakati Pemerintah Indonesia dan Malaysia," tuturnya, Kamis (30/6).

Pertemuan JTIC pertama dilangsungkan pada 2008 lalu. Menurut Tohmas, pertemuan JTIC secara keseluruhan membahas berbagai isu bilateral di bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Malaysia. Tahun 2015, total perdagangan kedua negara sebesar US$ 16 miliar atau turun 21,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Kedua negara menginginkan agar nilai perdagangan Indonesia dan Malaysia yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo dan PM Najib sebesar US$ 30 miliar bisa benar-benar terwujud di masa mendatang," ujar Thomas.

Melalui forum pertemuan tingkat Menteri JTIC ini, diharapkan jaringan kerja antara pengusaha Indonesia dan Malaysia dapat menciptakan peluang bisnis, dan akses pasar potensial. “Indonesia mendorong agar pada pertemuan JTIC ke-3 yang akan datang bisa dilakukan business engagement di antara kedua negara yang sifatnya government to business (G to B) sehingga apabila ada persoalan yang dihadapi pihak swasta dapat segera dicarikan jalan keluar,” ujar Thomas.

Selain reaktivasi BTA, Indonesia juga membahas isu pemalsuan produk Indonesia di Malaysia. Thomas mengungkapkan, bahwa pemerintah Malaysia sangat mendukung penyelesaian kasus pemalsuan produk Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×