kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.822   -78,00   -0,46%
  • IDX 7.988   52,37   0,66%
  • KOMPAS100 1.126   8,82   0,79%
  • LQ45 818   1,96   0,24%
  • ISSI 282   4,44   1,60%
  • IDX30 425   -0,78   -0,18%
  • IDXHIDIV20 512   -3,29   -0,64%
  • IDX80 126   0,78   0,63%
  • IDXV30 139   0,04   0,03%
  • IDXQ30 138   -0,73   -0,53%

Indonesia dan Prancis Bahas Kerja Sama Transisi Energi Hingga Alutsista


Selasa, 15 November 2022 / 21:53 WIB
Indonesia dan Prancis Bahas Kerja Sama Transisi Energi Hingga Alutsista
Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, di Hotel Apurva Kempinski, Badung, Bali, 15 November 2022.


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di sela-sela penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali tahun 2022, Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Pertemuan keduanya berlangsung di Hotel Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, pada Selasa, 15 November 2022.

“Presiden Macron, selamat datang di Bali. Terima kasih untuk kehadiran Yang Mulia pada KTT G20 ini serta dukungan Prancis sepanjang Presidensi Indonesia. Walaupun situasi dunia sedang tidak kondusif saat ini, kita terus bekerjasama agar G20 dapat menghasilkan kerjasama yang bermanfaat bagi semua,” ucap Presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi juga membahas mengenai kerja sama transisi energi dan menjelaskan bahwa Indonesia terus berupaya untuk memperkuat transisi energi baru dan terbarukan. Presiden Macron sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Indonesia dan menyatakan kesiapan untuk mendukung transisi energi di Indonesia.

Baca Juga: KTT G20 Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Depan

Pada kesempatan itu, kedua pemimpin juga membahas kerja sama pertahanan dan kedirgantaraan. Presiden berharap kerja sama pertahanan kedua negara tidak terbatas pada pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) semata, tapi perlu mencakup produksi bersama, alih teknologi, dan investasi manufaktur.

“Saya harapkan berbagai proyek pertahanan ini dapat segera kita tindak lanjuti. Saya sambut baik rencana dialog 2+2 antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kita untuk membahas isu-isu strategis di kawasan,” ucapnya.

Mengingat hubungan kedua negara semakin kuat, kedua Presiden sepakat untuk membentuk Forum Konsultasi yang secara rutin akan membahas kerjasama di berbagai bidang prioritas. Kedua Menteri Luar Negeri akan menindaklanjuti kesepakatan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×