kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Indonesia dan Malaysia Kerjasama di Tujuh Sektor


Senin, 02 Agustus 2010 / 14:31 WIB
Indonesia dan Malaysia Kerjasama di Tujuh Sektor


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat meningkatkan kerjasama bilateral. Kedua negara bertetangga ini sepakat memfokuskan kerjasama dalam tujuh sektor.

Menteri Perdagangan Internasional dan Perindustrian Malaysia Datuk Mustafa mengungkapkan, kerjasama kedua negara akan difokuskan pada sektor perdagangan, investasi, tenaga kerja, perhubungan, kehutanan, perikanan, pendidikan, dan pariwisata. "Tujuh pokok poin yang akan mengcover tujuh sektor itu telah disiapkan," ucap Mustafa usai bertemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Senin (2/8).

Tujuh sektor yang dipilih tersebut berdasarkan kesepakatan pertemuan kedua negara di level menteri. Pertemuan setingkat menteri ini menindaklanjuti pertemuan dua kepala pemerintah pada Maret lalu. "Artinya bukan hanya Malaysia ke Indonesia, tapi juga investor Indonesia juga akan datang ke Malaysia," lanjutnya.

Dia mencontohkan, salah satu investor asal Indonesia yang akan berekspansi ke Malaysia adalah Blue Bird Gruop. "Mereka sangat berminat untuk berinvestasi ke Malaysia di bisnis pertaksian dan sudah melakukan joint venture company dengan satu perusahaan Malaysia," lanjutnya.

Menurut Datuk, dengan adanya kesepahaman meningkatkan kerjasama di tujuh sektor, maka nilai investasi kedua negara bakal meningkat. "Saya kira, total nilai perdagangan Malaysia-Indonesia saat ini sekitar US$ 12 miliar dan saya percaya banyak peluang untuk meningkatkan nilai perdagangan ini," kata dia.

Rizal Affandi Lukman, Pelaksana Tugas Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional mengatakan untuk mewujudkan kesepakatan itu, para menteri kedua negara akan menggelar pertemuan. "Didalamnya ada beberapa nota kesepahaman. Di bidang pendidikan misalnya, ada pemberian visa pelajar," kata Rizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×