kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Indonesia akan perkuat kerjasama transportasi udara dengan Australia


Minggu, 09 Februari 2020 / 16:51 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir dalam pertemuan menteri transportasi Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina (BIMP) di Jakarta, Jumat (6/12/2019).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Australia. Dalam kunjungan kerja tersebut, salah satu yang dibahas adalah memperkuat kerja sama kedua negara di bidang transportasi udara dalam rangka mendukung sektor pariwisata, perdagangan dan perindustrian.

"Kami mendampingi Presiden RI berangkat ke Canbera untuk bertemu dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, dalam rangka memperkuat kerjasama kedua negara, salah satunya di bidang transportasi udara,” jelas Budi dalam keterangan tertulis, Minggu (9/2).

Baca Juga: Indonesia manfaatkan IA-CEPA dorong ekspor tekstil dan otomotif ke Australia

Beberapa usulan kerja sama yang disampaikan Indonesia di sektor transportasi antara lain pembahasan lebih lanjut mengenai akses tanpa batas dan kapasitas penerbangan yang akan membuka seluruh kota di Australia dan Indonesia.

Indonesia juga meminta Australia agar dapat mengubah tingkatan travel advice ke Indonesia, dari tingkatan kuning (waspada risiko keamanan) menjadi hijau (tidak ada risiko keamanan khusus). Ini sebagai upaya untuk mempromosikan keamanan transportasi dan mendukung program tujuan wisata.

Baca Juga: Tingkatkan investasi dari Korea Selatan, ini upaya yang dilakukan pemerintah

Indonesia juga menginisiasi memperkuat kerja sama peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia khususnya pendidikan dan pelatihan kejuruan bagi para dosen/instruktur dan mahasiswa di berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang transportasi, serta pelatihan teknologi digitalisasi untuk sektor maritim.

Lalu, Indonesia juga ingin menekankan kembali keinginan untuk menempatkan Atase Perhubungan di Canberra, Australia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×