Reporter: Umar Tusin | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 71,92 atau sebesar 0,87% year on year (yoy).
Meskipun dari tahun ke tahun IPM Indonesia mengalami peningkatan, menurut ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal, IPM Indonesia tidak bisa dilihat dari angkanya saja, akan tetapi harus dilihat dari persebarannya.
Menurutnya masih banyak provinsi yang IPM-nya berstatus sedang terutama di wilayah Indonesia Timur.
Baca Juga: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia tahun 2019 naik menjadi 71,92
“Kalau kita bedah lagi ke tingkat kabupaten, banyak kategori IPM-nya yang rendah dan dibawah angka 60, seperti di kabupaten-kabupaten di Irian dan maluku yang kategori rendah dan minim infrastruktur,” ujar Faisal pada Kontan, Senin (17/2).
Faisal melihat program pemerintah pusat biasanya cenderung generalisasi, padahal permasalahan dan tantangan di masing-masing daerah berbeda-beda.
Faisal mencontohkan daerah Papua, menurutnya ada permasalahan kebudayaan yang tidak bisa disamakan oleh daerah lain sehingga membutuhkan pendekatan di luar aspek ekonomi yaitu pendekatan yang humanis secara sosial budaya.
Selain masalah kebudayaan, permasalahan perilaku elit daerah juga perlu diberikan pendekatan yang berbeda. Menurutnya, jika kapasitas pemerintah daerahnya terbatas maka harus diberikan asistensi dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Bonus Triliunan Rupiah Menanti Pemda yang Ramah Investasi dan Mendukung Ekspor
Untuk tahun 2020, Faisal memprediski IPM Indonesia akan mengalami peningkatan sedikit dan berada dikisaran angka 72. “akan naik tipis, tidak sampai satu persen,” ujar Faisal.
Sementara, menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, peningkatan IPM merupakan hal positif bagi ekonomi karena modal sumber daya manusia yang meningkat.
Akan tetapi, Tauhid menggarisbawahi IPM Indonesia masih jauh dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, khususnya di sektor pendidikan.
Baca Juga: BPS minta waspadai penurunan impor bahan baku dan barang modal
Mengenai disparitas antar kabupaten yang masih lebar, menurut Tauhid pemerintah harus alokasikan belanja kementerian lembaga (K/L) dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) paling besar bagi daerah yang IPM-nya rendah.
Untuk tahun 2020, Tauhid memprediksi IPM Indonesia akan mengalami peningkatan dengan peningkatan yang semakin kecil di setiap tahunnya. “Naiknya pada level 72, naik sedikit dibandingkan sebelumnya,” ujar Tauhid pada Kontan.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News