kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Mendagri Minta Tambahan Ribuan Personel TNI dan Polri Bersihkan Lumpur Sumatera


Sabtu, 10 Januari 2026 / 16:22 WIB
Mendagri Minta Tambahan Ribuan Personel TNI dan Polri Bersihkan Lumpur Sumatera
ILUSTRASI. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (Dok/Kemendagri) Mendagri meminta 5.000 personel tambahan BKO dari Polri dan 10.000 personel TNI untuk membersihkan lumpur pascabencana banjir Sumatera.


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta 5.000 personel tambahan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polri dan 10.000 personel TNI untuk membersihkan lumpur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. 

Menurutnya, pembersihan lumpur perlu dipercepat, utamanya di sungai dan daratan. Area ini juga termasuk gang-gang, rumah-rumah, toko, dan lain-lain. 

"Saya minta Pak Kapolri, saya sampaikan mohon dukungan Satgas DPR. Paling nggak 5.000 lah. Nanti daerahnya dimana kita lihat nanti, petanya," kata Tito dalam rapat koordinasi, dikutip dari tayangan langsung TVR Parlemen, Sabtu (10/1/2026). 

"Dan kemudian saya sampaikan juga kepada Pak Maruli (Kepala Staf Angkatan Darat), kira-kira bisa nggak 10.000. Karena kalau cuma 1.000 aja tenggelam," imbuh Tito.

Baca Juga: KPK Amankan Delapan Orang dalam OTT di Jakarta Utara, Ada Pegawai Pajak

Tito mengungkapkan, permintaan ini sudah disampaikannya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat retreat di Hambalang, Bogor, pekan ini.

Ia berpendapat, penambahan personel Polri dapat dilakukan saat ini sebelum memasuki bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri sekitar Februari-Maret 2026. 

"Kemarin waktu itu, beliau (Kapolri) nambah 1.000 sebelum Nataru. Alasan Pak Kapolri, karena semua kekuatan sedang fokus di Nataru, Natal Tahun Baru. Nah, sekarang Nataru sudah selesai. Mumpung sebelum Lebaran, sebelum Ramadhan. Sebelum Ramadhan, kalau Ramadhan capek nanti kerja. Jadi, harus digenjot di time window ini, di periode waktu ini," ucap Tito. 

Ia mengakui, penambahan 1.000 personel Polri belum cukup untuk membantu pembersihan lumpur dan penanganan pemiluhan di berbagai area.

Tito menggambarkan, 1.200 Praja IPDN yang belum lama dikirimnya pun hanya dapat ditempatkan di Aceh Tamiang, untuk membantu administrasi pemerintahan dan perbantuan lainnya. 

"(Mereka) hanya bisa fokus di tempat-tempat dinas-dinas di Tamiang saja. Kita belum lihat di Aceh Timur masalah, Gayo Luwes ada masalah, nanti kita akan lihat," jelas Tito.

Baca Juga: KPK Tangkap Pegawai Pajak dalam OTT di Jakarta Utara

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/10/15130841/mendagri-minta-tambah-ribuan-personel-polri-dan-tni-untuk-bersihkan-lumpur.

Selanjutnya: Cara Mudah Pesan Taksi Bluebird lewat Aplikasi MyBluebird hingga Offline

Menarik Dibaca: 11 Jus untuk Menambah Berat Badan yang Bisa Anda Coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×