kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Indeks logistik RI di dunia turun 10 level


Kamis, 04 Agustus 2016 / 18:06 WIB
Indeks logistik RI di dunia turun 10 level


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution menyampaikan Logistic Performance Index (LPI) Indonesia yang dirilis oleh World Bank turun 10 tingkat. Saat ini Indonesia menempati urutan ke 63 dari 163 negara.

Darmin mengaku penurunan LPI Indonesia bukan disebabkan tidak adanya perbaikan arus logistik Indonesia. Menurutnya itu disebabkan negara-negara lebih cepat melakukan perubahan arus logistiknya. "ILP kita dalam dua tahun terkahir turun, namun itu bukan berarti tidak ada perbaikan," unjar Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (4/8).

Dia juga mengatakan bukan hanya Indonesia yang penilaian LPI turun, melainkan seluruh negara Asia Tenggara kecuali Singapura juga mengalami penurunan indeks. Menurutnya salah satu yang menyebabkan turunnya indeks logistik Indonesia adalah infrastruktur yang masih ketinggalan jauh dengan negara lain. "Perbaikan infrastruktur kita masih belum cukup memadai," ungkapnya.

Adapun Peringat ILP di Asia Tenggara yaitu Singapura yang duduk di peringkat 5 ILP, disusul Malaysia (32) dan Thailand (45). Kemudian Indonesia (63) disusul Vietnam (64), Brunei Darussalam (70), Filipina (71), Kamboja (73), Myanmar (113), dan Laos (152).

Pada penilaian ILP, Bank dunia memakai 6 komponen indikator yaitu bea cukai, infrastruktur, pengiriman barang internasional, kualitas dan komponen logistik, pencarian barang dan ketepatan waktu. "Untuk bea cukai kita cukup baik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×