kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

INDEF: Sulit Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,2% Jika Pemerintah Tak Cepat Belanja Negara


Jumat, 23 Mei 2025 / 20:02 WIB
INDEF: Sulit Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,2% Jika Pemerintah Tak Cepat Belanja Negara
ILUSTRASI. Ekonom sekaligus Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, realisasi belanja negara sampai dengan April 2025 dinilai masih moderat.

Adapun serapan belanja negara baru 22,3% dari target postur APBN, yakni mencapai Rp 806,2 triliun sampai dengan April 2025. 

Baca Juga: Indef Proyeksikan Penerimaan Pajak Berpotensi Shortfall Hingga Rp 130 Triliun

Dalam hitungan Kontan, realisasi belanja tersebut mengalami penurunan secara tahunan sebesar 5,06% yoy jika dibandingkan realisasi periode April 2024 sebesar Rp 849,2 triliun, atau sekitar 25,5% dari APBN.

Meskipun begitu, Eko menyebut jika laju belanja terus menurun maka semakin sulit mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada tahun 2025.

Baca Juga: Indef: Pengurangan Belanja Infrastruktur Bisa Hambat Investor yang Masuk

"Semakin sulit mengejar pertumbuhan 5,2% dengan dukungan pengeluaran pemerintah meskipun di sisi moneter Bank Indonesia sudah nurunin bunga acuan," ungkap Eko kepada Kontan, Jumat (23/5).

Eko melanjutkan, pemerintah perlu mempercepat belanja negara, seperti belanja-belanja transfer daerah, infrastruktur dan dukungan pada sektor pertanian.

Baca Juga: INDEF: Penurunan Penjualan Eceran Mengindikasikan Pelemahan Daya Beli Masyarakat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×