kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

INDEF: Sulit Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,2% Jika Pemerintah Tak Cepat Belanja Negara


Jumat, 23 Mei 2025 / 20:02 WIB
INDEF: Sulit Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,2% Jika Pemerintah Tak Cepat Belanja Negara
ILUSTRASI. Ekonom sekaligus Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, realisasi belanja negara sampai dengan April 2025 dinilai masih moderat.

Adapun serapan belanja negara baru 22,3% dari target postur APBN, yakni mencapai Rp 806,2 triliun sampai dengan April 2025. 

Baca Juga: Indef Proyeksikan Penerimaan Pajak Berpotensi Shortfall Hingga Rp 130 Triliun

Dalam hitungan Kontan, realisasi belanja tersebut mengalami penurunan secara tahunan sebesar 5,06% yoy jika dibandingkan realisasi periode April 2024 sebesar Rp 849,2 triliun, atau sekitar 25,5% dari APBN.

Meskipun begitu, Eko menyebut jika laju belanja terus menurun maka semakin sulit mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada tahun 2025.

Baca Juga: Indef: Pengurangan Belanja Infrastruktur Bisa Hambat Investor yang Masuk

"Semakin sulit mengejar pertumbuhan 5,2% dengan dukungan pengeluaran pemerintah meskipun di sisi moneter Bank Indonesia sudah nurunin bunga acuan," ungkap Eko kepada Kontan, Jumat (23/5).

Eko melanjutkan, pemerintah perlu mempercepat belanja negara, seperti belanja-belanja transfer daerah, infrastruktur dan dukungan pada sektor pertanian.

Baca Juga: INDEF: Penurunan Penjualan Eceran Mengindikasikan Pelemahan Daya Beli Masyarakat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×