kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Indef: Postur belanja pemerintah kurang ekspansif


Rabu, 16 Agustus 2017 / 11:04 WIB
Indef: Postur belanja pemerintah kurang ekspansif


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Belanja negara tahun depan dinilai kurang ekspansif. Oleh karena itu, belanja negara diperkirakan belum banyak memberikan stimulus untuk pertumbuhan ekonomi 2018.

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, target belanja negara tahun depan yang sebesar Rp 2.204,38 triliun, cukup konservatif. Sebab, jumlah itu hanya naik 3,33% dibanding target APBN-P tahun ini.

Padahal di tahun ini sendiri, total belanja naik 14,4%. Pertumbuhan belanja tahun depan yang kecil lebih disebabkan oleh pengurangan dana transfer daerah sebesar Rp 5,3 triliun dibandingkan tahun 2017 sehingga daerah harus menyiapkan diri mengalami penghematan belanja dari pusat.

"Postur belanja kurang ekspansif, jadi kecil harapan belanja pemerintah bisa jadi stimulus ekonomi tahun depan," kata Bhima kepada KONTAN, Rabu (16/8).

Bhima melanjukan, pertumbuhan belanja negara tahun depan tersebut juga lebih rendah dari pertumbuhan penerimaan pajak 2018 yang sebesar 9,2% dibanding 2017. Walaupun lebih tingginya target penerimaan pajak tersebut membuat pemerintah memiliki peluang untuk menekan defisit anggaran.

Akan tetapi, "pemerintah perlu sedikit berhati-hati karena tahun 2018 tidak ada penerimaan ekstra seperti tax amnesty. Sementara mengandalkan keterbukaan informasi pajak cukup sulit karena prosesnya memakan waktu yang lama," tambah Bhima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×