kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.209   51,00   0,30%
  • IDX 7.623   1,18   0,02%
  • KOMPAS100 1.053   0,97   0,09%
  • LQ45 758   0,49   0,06%
  • ISSI 277   0,20   0,07%
  • IDX30 404   0,31   0,08%
  • IDXHIDIV20 491   2,41   0,49%
  • IDX80 118   0,17   0,14%
  • IDXV30 140   1,02   0,74%
  • IDXQ30 129   0,39   0,30%

Impor Minyak Rusia Bisa Amankan Pasokan, Ekonom Ingatkan Tekanan APBN


Jumat, 17 April 2026 / 14:16 WIB
Impor Minyak Rusia Bisa Amankan Pasokan, Ekonom Ingatkan Tekanan APBN
ILUSTRASI. Harga minyak (BBM) (REUTERS/Abdul Saboor)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepastian pasokan minyak mentah (crude) Indonesia sepanjang tahun 2026 yang dijamin oleh pemerintah lewat kerja sama dengan Rusia mendapat sorotan. Meskipun secara fisik stok dianggap aman, namun beban fiskal dan risiko nilai tukar tetap membayangi sektor energi nasional.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal keamanan pasokan memang valid secara operasional.

"Ketika beliau bilang pasokan aman sampai akhir tahun, itu benar dalam arti fisiknya, minyaknya ada, kapal jalan, kilang tetap beroperasi. Itu penting, apalagi di tengah situasi global yang lagi tidak stabil," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (17/4/2026).

Namun, Yusuf mengingatkan agar publik tidak salah kaprah mengartikan kata aman sebagai jaminan harga yang tetap murah. Menurutnya, urusan energi bukan sekadar ketersediaan stok, melainkan biaya yang harus dikeluarkan negara untuk mendapatkan komoditas tersebut.

Baca Juga: Usai Lawatan Eropa, Presiden Prabowo Gelar Rapat Bahas Program Strategis Nasional

Terkait pasokan minyak dari Rusia yang disebut-sebut lebih murah, Yusuf mengkritisi mengenai efisiensi biayanya. Walaupun secara teori Indonesia mendapatkan diskon dari harga acuan global seperti Brent, terdapat biaya-biaya tambahan yang membuntuti proses tersebut.

"Jalurnya lebih jauh, ongkos kirimnya lebih mahal, belum lagi faktor asuransi dan risiko karena statusnya masih terkait sanksi. Jadi setelah dihitung-hitung, selisih harganya tetap ada, tapi tidak sebesar yang sering dibayangkan orang. Bahkan dalam beberapa skenario, margin keuntungannya bisa makin tipis," jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Yusuf, masuknya minyak Rusia ini dianggap belum menjadi solusi total untuk mencegah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Menurutnya, Indonesia relatif stabil karena pemerintah menggunakan APBN sebagai penahan benturan (shock absorber), berbeda dengan negara tetangga yang langsung mengikuti harga pasar.

"Masuknya minyak Rusia bisa bantu meredam tekanan itu, tapi sifatnya hanya mengurangi, bukan menghilangkan. Kalau harga minyak dunia terus naik misalnya tembus di atas US$ 100 dolar lagi, tetap saja akan ada tekanan, terutama untuk BBM non-subsidi. Jadi jangan dibayangkan ini sebagai jalan keluar total," terangnya.

Lebih lanjut, Yusuf menyoroti sensitivitas APBN terhadap pergerakan kurs rupiah. Meskipun mendapat diskon harga minyak, pelemahan nilai tukar bisa menggerus keuntungan tersebut karena biaya impor otomatis membengkak.

Belum lagi, kata dia, adanya risiko sanksi internasional yang bisa memicu hambatan perbankan dan biaya tambahan yang tak terduga dalam transaksi dengan Rusia.

"Transaksi dengan Rusia itu tidak sepenuhnya bebas hambatan. Bisa kena isu perbankan, asuransi, atau biaya tambahan lain yang tiba-tiba muncul. Jadi ada ketidakpastian yang tidak kecil juga di situ," pungkasnya.

Untuk diketahui, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan pasokan crude tanah air bakal aman hingga akhir tahun 2026. 

Hal ini menyusul hasil kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Rusia pada saat kunjungan bilateral ke Kremlin, Moscow di Pekan ini.

"Untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember Insya Allah sudah aman. Jadi kita ngga perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita," katanya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: PPIP Targetkan Produk Ikan Pindang Tembus Pasar Ekspor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×