kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Impor barang konsumsi meningkat, ekonom: Konsumsi mulai pulih


Rabu, 22 Juli 2020 / 17:00 WIB
ILUSTRASI. Pemberlakuan Traffic Separation Scheme (Bagan Pemisah Alur Laut) mulai 1 Juli 2020 diyakini akan meningkatkan lalu lintas kapal di Selat Sunda dan Selat Lombok. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC siap menangkap potensi peningkatan trafik Selat Sund


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Akan tetapi, Josua juga mewanti-wanti agar pemerintah tetap mempercepat penyerapan anggaran penanganan COvid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Menurutnya, belanja pemerintah tersebut juga merupakan tumpuan yang kuat bagi perekonomian Indonesia di kuartal III-2020. 

Baca Juga: Ini tiga kebijakan Kemenkeu untuk dorong pemulihan ekonomi di daerah

"Jika penyerapannya berjalan optimal dan produktif di kuartal III-2020, maka nantinya bisa membatasi potensi terjadinya resesi perekonomian nasional," tandas Josua. 

Asal tahu saja, peningkatan impor barang konsumsi secara bulanan dipengaruhi oleh peningkatan impor bawang putih dari China, daging beku tanpa tulang (frozen meat boneless) dari Australia, obat-obatan dari Inggris, juga impor buah pir dari China. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×