kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.050   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

IMF Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Kuat, Namun Tetap Waspada


Kamis, 08 Agustus 2024 / 10:20 WIB
IMF Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Kuat, Namun Tetap Waspada
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (8/7/2024). Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 ini sebesar 5%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 ini sebesar 5%. Pernyataan ini tertuang dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Edisi Agustus 2024.

Akan tetapi, proyeksi IMF ini berada di bawah target pertumbuhan ekonomi yang diusung oleh pemerintah yakni sebesar 5,2%. IMF menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tetap kuat, namun pemerintah harus tetap waspada karena masih terdapat hambatan eksternal.

Risiko eksternal tersebut disebabkan adanya penurunan volatilitas harga komoditas global yang terus menurun akibat guncangan geopolitik. Di samping itu, mitra dagang utama Indonesia juga mengalami perlambatan ekonomi, akibat dampak buruk kondisi keuangan global yang ketat dan berkepanjangan.

Hal ini tentunya akan mengganggu kinerja ekspor Indonesia.

Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Kelas Menengah Terus Melorot

IMF juga menyampaikan, kinerja ekonomi Indonesia yang kuat dan bertahan lama tidak lepas dari kebijakan makroekonomi yang bijaksana, namun masih diperlukan upaya lebih untuk meningkatkan pertumbuhan inklusif secara berkelanjutan.

“Pendapatan per kapita Indonesia tercatat relatif rendah, hal ini menggarisbawahi pentingnya menutup kesenjangan modal manusia, fisik, dan kelembagaan yang tersisa untuk memperkuat pertumbuhan jangka menengah,” tulis laporan tersebut, Kamis (8/8).

Adapun  pendapatan nasional  bruto atau gross national income (GNI) per kapita Indonesia mencapai US$ 4.870 pada 2023. Posisi Indonesia paling rendah dibandingkan negara lain seperti Rusia, yang mencatatkan GNI per Kapita US$ 14.250, China sebesar US$ 13.400. Bahkan Malaysia mencatatkan GNI per kapita jauh di atas Indonesia, yakni US$ 11.970.

Baca Juga: Bukan Insentif, Kelas Menengah Lebih Butuh Lapangan Pekerjaan di Sektor Formal




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×