kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

IMF sarankan RI tak andalkan komoditas


Selasa, 01 September 2015 / 23:15 WIB
IMF sarankan RI tak andalkan komoditas


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. International Monetaray Fund (IMF) menilai Indonesia harus fokus pada ekonomi yang berbasis pada nilai tambah. Sebab, tidak bisa lagi pemerintah mengandalkan hasil komoditas.

Hal itu disampaikan Managing Director IMF Christine Lagarde ketika bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Selasa (1/9) di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut Jokowi didampingi oleh sejumlah menteri.

Salah satu menteri yang mendampingi, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa Lagarde melihat harga komoditas dunia tidak akan turun lebih dalam. Namun demikian sulit untuk kembali ke level seperti di tahun 2011 lalu.

Sehingga Indonesia tidak bisa mengandalkan komoditas untuk mendorong pertumbuhan.

"Lagarde menyarankan Indonesia fokus pada ekonomi berbasis nilai tambah, pembangunan infrastruktur dan pada masalah pendidikan dan kesehatan," kata Bambang, Selasa (1/10) di Istana Negara, Jakarta.

Selain itu Lagarde juga bilang seharusnya Amerika Serikat tidak buru-buru menaikan suku bunga acuan mereka. Sebaiknya, tingkat bunga Federal Reserve dinaikan Januari 2016 mendatang.

Sebab, jika kenaikan dilakukan tahun ini dampaknya akan buruk ke negara lain. Memang, kenaikan suku bunga itu bakal mendorong perbaikan ekonomi AS, namun justru negatif bagi banyak negara.

Oleh karenanya, upaya perbaikan pertumbuhan ekonomi negeri paman Sam itu, seyogyanya dilakukan secara gradual. Supaya negara lain tidak terdampak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×