kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Imbauan Presiden untuk maskapai low cost carrier


Rabu, 31 Oktober 2018 / 12:04 WIB
ILUSTRASI. KETERANGAN PERS TERKAIT KECELAKAAN PESAWAT LION AIR


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau perusahaan maskapai untuk memperketat manajemen keselamatan penumpang, terutama untuk maskapai yang termasuk dalam memiliki tarif murah alias low cost carrier (LCC).

Imbauan Presiden tersebut disampaikan setelah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tujuan Pangkalpinang di perairan Karawang. Atas kejadian tersebut, seluruh penumpang dan awak kabin pesawat meninggal dunia."Tidak ada negara manapun yang menginginkan musibah kecelakaan pesawat, oleh sebab itu penting untuk memperketat manajemen keselamatan penumpang," kata Jokowi di Jiexpo Kemayoran, Rabu (31/10).

Terkait peristiwa yang menelan banyak korban tersebut, Jokowi telah memerintahkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi untuk memperketat keselamatan. Tak hanya dari sisi keselamatan penumpang saja tetapi juga dari sisi perawatan pesawatnya.

Sampai saat ini, pemerintah masih konsentrasi terhadap pencarian korban dan bangkai pesawat yang masih berada di dasar lautan. Presiden juga menegaskan, pihaknya bekerja sekeras-kerasnya di lapangan di lokasi agar badan pesawat dan korban-korban yang ada segera diketemukan.

Nantinya, lanjut Presiden, secara detail KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) akan menyampaikan evaluasi sehubungan musibah yang menimpa pesawat Lion Air JT610 itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×