kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.097   42,00   0,25%
  • IDX 7.253   -26,40   -0,36%
  • KOMPAS100 1.001   -5,45   -0,54%
  • LQ45 729   -4,18   -0,57%
  • ISSI 262   1,38   0,53%
  • IDX30 393   -5,64   -1,41%
  • IDXHIDIV20 480   -7,36   -1,51%
  • IDX80 113   -0,61   -0,54%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,93   -1,50%

Imbas PPKM Darurat, ekonom Bank Mandiri pangkas proyeksi pertumbuhan 2021 jadi 3,69%


Kamis, 09 September 2021 / 16:21 WIB
ILUSTRASI. Suasana sepi di jalan protokol ibukota terlihat di kawasan Sudirman dan Kuningan, Jakarta, Selasa (20/7/2021). KONTAN/Fransiskus SImbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2021 hanya sebesar 3,69% yoy. Angka ini lebih rendah dari baseline sebelumnya yang sebesar 4,43% yoy. 

“Semula kami perkirakan ada di angka 4,43% yoy. Baseline kami sewaktu belum ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sekarang jadi 3,69% yoy,” ujar Kepala ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro kepada Kontan.co.id, Kamis (9/9). 

Dalam bahan paparannya, Andry mengungkapkan prediksi tersebut seiring dengan PPKM Darurat yang benar-benar membatasi kegiatan masyarakat juga kegiatan bisnis terutama di sektor esensial. 

Bukan tanpa sebab, pada akhir Juni 2021 memang terjadi peningkatan signifikan kasus harian Covid-19 akibat masuknya varian delta ke Indonesia. Sehingga, mau tak mau pemerintah harus mengambil langkah rem darurat. 

Baca Juga: Pemerintah uji coba pemberian bantuan tunai untuk PKL dan warung di Medan

Nah, pada kuartal II-2021 sebenarnya pertumbuhan ekonomi sudah mulai menunjukkan perbaikan. Terbukti dari pertumbuhan kuartal II-2021 yang meroket ke 7,07% yoy. 

Sayangnya, Bank Mandiri melihat peningkatan kasus harian Covid-19 dan adanya PPKM ketat  akan menahan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021, sehingga pertumbuhan diprediksi hanya mencapai 3,5% yoy. 

Memegang asa kasus harian akan terus menurun sehingga ada pelonggaran PPKM, plus progres vaksinasi yang makin baik, Andry memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2021 sudah mulai kembali meningkat dan berada di kisaran 5,04% yoy. 

Dan pada tahun 2022, diharapkan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh di kisaran 5,18% yoy. Namun, ini juga dengan catatan bahwa PPKM sudah benar-benar longgar dan bahkan sudah mulai ada pembukaan sektor ekonomi secara penuh pada paruh kedua tahun depan. 

Selanjutnya: Defisit APBD 2022 turun, ini penjelasan Kemenkeu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×