kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Defisit APBD 2022 turun, ini penjelasan Kemenkeu


Rabu, 08 September 2021 / 20:14 WIB
ILUSTRASI. Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 117/2021 mematok batas maksimal kumulatif defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 sebesar 0,32% dari proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) 2022.

Melalui PMK tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatur batasan defisit tahun 2022 tersebut turun sebesar 0,02%, dari tahun 2021 yang mencapai 0,34% dari PDB.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti, mengatakan, penurunan batas maksimal kumulatif defisit tersebut mengikuti arah konsolidasi fiskal APBN bahwa defisit APBN 2023 kembali maksimal 3%.

Baca Juga: Defisit APBD 2022 maksimal 0,32%, ini kata ekonom

“Angka tersebut turun karena mengikuti arah aturan APBN 2023 bahwa maksimal 3%,” kata Prima kepada Kontan.co.id, Rabu (8/9).

Selain itu, Prima mengatakan patokan angka pada 2022 tersebut juga akan memberikan ruang bagi daerah untuk melakukan pinjaman daerah.

Hal ini lantaran realisasi kumulatif pinjaman daerah sampai saat ini masih di bawah ketentuan batas maksimal kumulatif defisit yang sudah ditetapkan.

Selanjutnya: Faisal Basri: Waktu pembahasan RUU KUP tidak tepat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×