kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.026   43,00   0,24%
  • IDX 6.180   -16,22   -0,26%
  • KOMPAS100 806   -4,62   -0,57%
  • LQ45 612   -2,99   -0,49%
  • ISSI 214   -0,17   -0,08%
  • IDX30 344   -1,75   -0,51%
  • IDXHIDIV20 426   -2,51   -0,59%
  • IDX80 92   -0,49   -0,53%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Iklan TKI mengindikasikan ada perdagangan manusia


Kamis, 01 November 2012 / 20:40 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.


Reporter: Dea Chadiza Syafina |

JAKARTA. Asosiasi Tenaga Kerja dan Buruh Indonesia Migrant Care menduga selebaran iklan "Indonesia maid now on sale, 40%" merupakan fakta tentang rangkaian proses perdagangan manusia atau trafficking. Pelakunya memanfaatkan masa moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Malaysia sejak 29 Juni 2009.

Menurut Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, sejak moratorium diberlakukan, Pemerintah Malaysia tetap mengeluarkan visa kerja job performance (JP) sejumlah 36.000 untuk PRT Migrant Indonesia.

"Sudah dapat dipastikan ada pihak-pihak yang melakukan bisnis penempatan PRT secara ilegal untuk merekrut menampung dan menyalurkan PRT ke majikan-majikan di Malaysia," kata Anis di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (1/11)

Anis juga menduga praktek tersebut melibatkan oknum pemerintah dua negara. Oleh karena itu, lanjut Anis, seharusnya Pemerintah Indonesia dan Malaysia sudah mengetahui praktek tersebut sehingga tidak lagi terkejut dengan beredarnya iklan obral TKI. Hanya saja, kata Anis, kedua negara seperti tutup mata atas realitas yang sebenarnya terjadi.

Selain mengecam keras iklan itu, Migrant Care juga mengecam sikap pemerintah Indonesia yang hanya reaktif tetapi beritikad baik untuk menuntaskan masalah TKI yang ada di Malaysia. 

"Kepada Presiden SBY, kami mendesak agar mengevaluasi menyeluruh atas kinerja KBRI Kuala Lumpur yang untuk kesekian kalinya menunjukkan adanya ketidakseriusan dalam melindungi TKI di Malaysia," ungkap Anis.

Migrant Care juga mendesak pemerintah Malaysia untuk melakukan langkah hukum secara tuntas dan adil kepada pihak-pihak yang membuat iklan dan menyebarluaskannya di Malaysia.

Terakhir, Migrant Care mendesak kedua negara yaitu Indonesia dan Malaysia, untuk menghentikan sikap selama ini yang menjadikan TKI sebagai barang dagangan.

"TKI is not for sale," pungkas Anis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×