Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Optimisme konsumen Indonesia masih berada di zona positif meskipun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami penurunan tipis pada Desember 2025. Sejumlah ekonom menilai, pelemahan IKK ke level 123,5 dari posisi 124,0 pada November 2025 disebabkan sejumlah faktor yang mempengaruhi.
Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Permata Bank, Faisal Rachman menjelaskan penurunan IKK tersebut dipengaruhi oleh kenaikan inflasi yang cukup tinggi, terutama dari sisi harga pangan.
"Kemungkinan penurunan disebabkan oleh naik cukup tingginya inflasi terutama dari sisi pangan, serta adanya bencana di Aceh dan Sumatera yang sedikit menurunkan IKK," ungkap Faisal kepada Kontan, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Efek Kabinet Gemuk, Realisasi Belanja K/L Membengkak 129,3% dari Target APBN 2025
Meski demikian, Faisal menilai optimisme konsumen tetap terjaga seiring perbaikan kondisi ekonomi domestik. “Ke depan, optimisme konsumen masih akan ditopang oleh membaiknya aktivitas ekonomi di dalam negeri,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan adanya potensi tekanan dari faktor eksternal. Ketegangan geopolitik global di sejumlah kawasan, khususnya antara Amerika Serikat dan Venezuela, berpotensi sedikit memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen.
Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat hasil survei indeks ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan mengalami penurunan tipis, meskipun dinilai bersifat sementara atau dalam jangka pendek.
"Optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan (indeks ekspektasi) sedikit turun. Penurunan tipis ini terkait juga dengan dampak bencana di wilayah Sumatra," ungkap David kepada Kontan.
Meski demikian, David menyebut bahwa konsumen secara umum masih optimistis terhadap kondisi ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja. Hal ini tercermin dari posisi indeks keyakinan konsumen yang masih berada jauh di atas level netral 100. “Selama indeks masih di atas 100, itu menunjukkan konsumen tetap optimis,” kata David.
Sebagai informasi, BI mencatat IKK Desember 2025 berada di level 123,5 atau masih di atas ambang batas optimisme (indeks di atas 100). Namun, angka tersebut lebih rendah dibandingkan November 2025 yang mencapai 124,0.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan keyakinan konsumen tetap kuat meski mengalami sedikit pelemahan. Menurutnya, kondisi tersebut masih ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang berada pada zona optimis.
Baca Juga: BKPM Tawarkan Strategi Baru Tarik Investasi High-Tech 2026
“IKE tercatat sebesar 111,4 dan IEK sebesar 135,6, meskipun masing-masing sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 111,5 dan 136,6,” ujar Denny dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan kelompok pengeluaran, BI mencatat keyakinan konsumen pada Desember 2025 meningkat pada kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta dengan IKK mencapai 129,2.
Sementara itu, dari sisi usia, peningkatan keyakinan konsumen hanya terjadi pada kelompok usia 31–40 tahun dengan IKK sebesar 127,5. Kelompok usia lainnya tercatat mengalami stagnasi atau penurunan keyakinan.
Secara spasial, IKK meningkat di sebagian besar kota yang disurvei, terutama di Banten, Mataram, dan Ambon. Namun, penurunan keyakinan konsumen terjadi di beberapa kota, terutama Medan dan Padang, yang dipengaruhi oleh dampak bencana di wilayah Sumatera.
Pelemahan penguatan keyakinan konsumen ini mengindikasikan kehati-hatian masyarakat dalam memandang kondisi ekonomi ke depan, meski optimisme secara umum masih terjaga.
Baca Juga: Meski Tersangka Korupsi Kuota Haji, KPK Belum Tahan Gus Yaqut
Selanjutnya: OJK Tuntaskan 176 Perkara Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Hingga Akhir 2025
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (10/1), Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













