kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

ID Food Tingkatkan Kemitraan Petani dan Perbaiki Hulu Pangan


Minggu, 03 Juli 2022 / 12:44 WIB
ID Food Tingkatkan Kemitraan Petani dan Perbaiki Hulu Pangan
ILUSTRASI. ID Food Tingkatkan Kemitraan Petani dan Perbaiki Hulu Pangan


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BUMN Holding Pangan ID Food berkomitmen akan mengatasi krisis pangan bersama pemerintah dengan cara meningkatkan kemitraan petani, dan perluas lahan petani untuk peningkatan produksi pangan di tingkat hulu.

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan mengatakan, peningkatan kemitraan dan juga perbaikan hulu pangan bersama petani secara berkelanjutan merupakan cara ID Food untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan kedaulatan pangan.

“Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo terhadap antisipasi ancaman krisis pangan global termasuk Indonesia diantaranya fokus pada peningkatan produksi pangan domestik, hal ini agar Indonesia tidak bergantung pada impor,” kata Frans dalam keterangannya, Minggu (3/7).

Untuk menjaga keseimbangan hulu dan hilir pangan, Frans mengatakan, bahwa ID Food juga melakukan inovasi di hilir pangan.

Baca Juga: ID FOOD Ajukan PMN Tunai dan Non Tunai dengan total Rp 4,6 triliun pada 2023

Adapun cara yang ditempuh yaitu dengan menghadirkan variasi produk retail pangan pokok memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Contohnya, peluncuran produk varian beras Rania, produk Raja gula, pendistribusian retail juga direalisasikan dengan peningkatan kolaborasi ritel online seperti warung pangan dan e-commerce lainnya,” tutur dia.

Selain itu, ID Food juga merealisasikan implementasi smart farming untuk kemudahan para petani sebagai peran penting di hulu pangan diantaranya aplikasi e-farmer, sistem digitalisasi pendaftaran mitra petani dan pendaftaran kebun hingga digitalisasi monitoring kebun atau lahan petani.

Sementara itu, Frans melihat peluang di tahun 2022 cukup besar pada sektor retail pangan, terbukti pada pembukuan penjualan pangan retail tahun buku 2021, Perseroan menopang pendapatan sebesar Rp. 8 Triliun atau meningkat 15% year on year.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×