kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

ICW: Tangkap Nunun, KPK perlu kerjasama dengan pihak asing


Sabtu, 26 November 2011 / 15:40 WIB
ILUSTRASI. Visi Media Asia. KONTAN/Baihaki/15/6/2011


Reporter: Dupla Kartini, | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan meragukan tersangka kasus suap terkait pemenangan Miranda S. Gultom sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia, Nunun Nurbaeti bakal berhasil ditangkap, jika hanya mengandalkan kepolisian internasional (interpol).

Menurut Adnan, KPK harus menggunakan instrumen kerjasama lain untuk mencari dan menangkap Nunun. "Kalau instrumen yang dipakai sekarang kita tidak yakin akan ditangkap, karena interpol yang berwenang adalah Mabes Polri. Jika, KPK menggunakan instrumen kerjasama lainnya itu memungkinkan, misal bekerja sama dengan KPK Singapura, KPK Thailand atau lembaga penegak hukum di tempat lain," tutur Adnan, di Jakarta, Sabtu (26/11).

Lebih lanjut, dia berharap semua pihak harus mengingatkan KPK bahwa ada mekanisme kerjasama lain, selain interpol, yang bisa digunakan untuk memburu dan menangkap Nunun.

"Penegak hukum kan bukan hanya polisi. Sepanjang KPK punya dokumen yang jelas dan itu disiapkan untuk menjadi prasyarat penangkapan Nunun di luar negeri, maka akan menjadi mudah untuk menarik Nunun dari luar negeri," tukasnya. (Vanroy Pakpahan/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×