kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.968   -62,00   -0,34%
  • IDX 5.900   153,63   2,67%
  • KOMPAS100 782   22,30   2,94%
  • LQ45 589   19,22   3,38%
  • ISSI 202   4,74   2,41%
  • IDX30 334   11,32   3,51%
  • IDXHIDIV20 411   12,91   3,24%
  • IDX80 88   2,27   2,64%
  • IDXV30 111   2,31   2,13%
  • IDXQ30 107   3,09   2,98%

Soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Menkeu Purbaya: Sebagian Sudah Ditolak


Kamis, 09 April 2026 / 13:21 WIB
Soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Menkeu Purbaya: Sebagian Sudah Ditolak
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut telah menolak sebagian pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan bergizi Gratis.(KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut telah menolak sebagian pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan bergizi Gratis (MBG). 

Purbaya mengatakan bahwa motor yang sudah terlanjur dibeli saat ini merupakan pengadaan dari anggaran tahun 2025. Menurutnya, anggaran tersebut juga telah tercatat di tahun lalu. 

Namun ia menegaskan tetap membatasi pembelian motor listrik tersebut di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi.

Baca Juga: APBN Tambal Rp 1,77 T, Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, Cek Rinciannya!  

"Sebagian yang sudah kan sebagian sudah terlanjur keluar, sebagian sisanya ditolak, dibatasi lah," kata Purbaya di Istana Negara, Rabu (8/4/2025). 

Purbaya sudah memastikan kepada BGN bahwa tidak ada lagi alokasi anggaran untuk pembelian motor listrik di tahun ini. 

"Tadi sudah konfirmasi ke dia kalau tahun ini enggak ada pembelian motor listrik baru untuk program," imbuh Purbaya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN)  merealisasikan pembelian 21.800 motor untuk operasional Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindaya mengklaim harga motor untuk operasional program Makan Bergizi Gratis sudah jauh di bawah harga pasaran. Menurutnya, BGN mendapatkan harga sebesar Rp 42 juta per unit, sementara harga normalnya mencapai Rp 52 juta per unit. 

Baca Juga: AMRO Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat Jadi 5% di 2026, Inflasi Meningkat

"Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau tidak salah 42 juta di bawah harga pasaran," kata Dadan. 

Dadan juga menegaskan pembelian motor tersebut menggunakan anggaran tahun 2025. Menurutnya, hal itu juga telah bagian dari program dalam menyukseskan program MBG. 

"Dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800 dan sudah masuk ke anggaran 2025," lanjut Dadan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×