kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

ICW desak KPK tuntaskan kasus mafia anggaran di DPR


Jumat, 09 Desember 2011 / 14:04 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi corona di Prancis. REUTERS/Stephane Mahe


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersikap tegas soal praktik mafia anggaran. Tindakan tegas ini terkait pencekalan anggota Badan Anggaran DPR Waode Nurhayati yang dilakukan KPK.

Sejauh ini, KPK belum memberikan keterangan soal pencekalan itu. Namun, Adnan mengatakan, Waode pernah bicara soal mafia anggaran di DPR. "Kalau soal itu, jangan sampai yang diadili hanya dia saja," katanya, Jumat (9/12).

Dia yakin KPK memiliki dasar yang kuat dan bukti yang cukup untuk mencegah Waode ke luar negeri. Cuma, dia berharap pengusutan kasus itu harus bebas dari intervensi politik. "Selama ini, biasanya kalau kasus melibatkan politisi maka hanya individu saja yang diusut," katanya.

Ia pun meminta masalah mafia anggaran ini menjadi salah satu prioritas KPK ke depan. Sehingga perencanaan dan pelaksanaan anggaran bisa bersih dan sesuai kepentingan publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×