CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

ICW: Ayin Tak Boleh Dapat Remisi Lagi


Rabu, 13 Januari 2010 / 12:44 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, setelah Satgas Antimafia Hukum menemukan adanya perlakuan khusus kepada Arthalyta Suryani alias Ayin di Rutan Pondok Bambu, Ayin tidak boleh lagi dapat remisi alias pemotongan masa tahanan.

Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho menegaskan, sudah sangat jelas dengan adanya perlakuan istimewa tersebut terjadi praktek suap-menyuap. "Tidak boleh lagi ada remisi untuk Ayin," tegas Emerson kala dihubungi, Rabu (13/1). Ia bilang, tanpa ada efek jera, kemungkinan tindakan praktek pemberian fasilitas istimewa akan terus terulang.

Menurutnya, apa yang diterima oleh Ayin merupakan kategori korupsi karena menggunakan fasilitas negara untuk keuntungan pihak tertentu. Pasalnya, ruang kerja untuk karyawan rumah tahanan justru disulap jadi kamar yang mewah.

Emerson mengatakan, satgas tidak semata memberi rekomendasi, langkah perbaikan yang paling penting adalah perombakan petugas rutan. "Sistem yang rusak akan merusak aparatnya, berarti aparatnya juga harus ditindak. Jangan hanya kepala rutan saja, dugaan suap tentu ada aliran ke atas, follow the money-lah. Dirjen juga harus dicopot untuk pemeriksaan lanjutan," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×