kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ical senang capai kesepakatan dengan SBY


Selasa, 08 Maret 2011 / 20:31 WIB
Minuman yogurt segar ala Hei Nuomi


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical mengaku sangat gembira karena pertemuan dirinya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencapai kata sepakat soal koalisi. "Tadi saya gembira bahwa terdapat suatu kesepakatan," katanya di Komplek Istana, Selasa (8/3).

Ical yang juga Ketua Harian Sekretaris Gabungan (Setgab) partai politik (parpol) koalisi menjelaskan, kesepakatan menggunakan setgab bukan untuk melanggengkan kekuasaan, tetapi justru untuk dapat berbuat lebih baik untuk bangsa dan negara. Menurutnya, sebagaimana keputusan rapat DPD Golkar yang menyerahkan semua keputusan nasib partai dalam koalisi kepada ketua umum.

"Karena itu saya jawab bahwa kalau kesepakatan Presiden bisa dicapai maka Golkar tetap di dalam koalisi. Tetapi kalau kesepakatan tidak dicapai tentu Golkar berada di luar koalisi," tegasnya.

Ketika disinggung soal kasus Century dan hak angket pajak yang memanas di DPR. Ical menjelaskan bahwa SBY sudah memahaminya dan mengetahui dasarnya apa kedua kasus itu mencuat di DPR. Hingga akhirnya telah terjadi kesepakatan antara keduanya.

Ical memastikan sikap kritis DPR tidak bakal surut begitu saja. "Karena itu dalam perjanjian yang baru nanti, beliau meminta koridornya harus jelas. Koridornya apa, kesejahteraan rakyat bertambah, ekonomi menguat, demokrasi antikorupsi, dan sebagainya. Selama masih dalam koridor itu maka manuver dari partai tentu berbeda dan itu dibolehkan," paparnya.

Ical mengaku pertemuan dengan SBY berlangsung sangat santai. Namun pertemuan itu tidak sedikit pun menyinggung soal reshuffle maupun tambahan kursi menteri. "Sama sekali tidak bicara soal kabinet," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×