kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

Hitungan Purbaya: Rata-Rata Harga Minyak US$ 100/barel, Defisit APBN Masih 2,9% PDB


Senin, 06 April 2026 / 15:54 WIB
Hitungan Purbaya: Rata-Rata Harga Minyak US$ 100/barel, Defisit APBN Masih 2,9% PDB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (DOK/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tak akan jebol meski harga rata-rata minyak dunia mencapai US$ 100 per barel hingga akhir tahun.

Ia membeberkan, apabila harga minyak dunia mencapai rata-rata US$ 100 per barel, maka defisit APBN tahun ini hanya akan mencapai 2,9% dari PDB, atau tak melebihi 3% dari PDB. Sementara itu, defisit APBN tahun ini ditargetkan 2,68% dari PDB.

“Dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata US$ 100 per barel sampai akhir tahun, dan ditambah dengan efisiensi lain, pemotongan dan penghematan di sana-sini, kita bisa pastikan defisitnya masih di sekitar 2,9% dari PDB,” tutur Purbaya dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Purbaya Siapkan Penyesuaian APBN Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik

Dengan defisit yang tidak melebihi 3% dari PDB tersebut, Purbaya memastikan, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun, lantaran anggaran negara dinilai masih cukup.

Pun ia menjelaskan, apabila rata-rata harga minyak global melebihi US$ 100 per barel, pemerintah pun masih memiliki anggaran yang cukup untuk menambah subsidi energi.

Ia menyebut, pemerintah masih memiliki bantalan uang sebesar Rp 420 triliun dalam bentuk Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Dunia Ancam Ketahanan APBN 2026

“Kalau kepepet, itu masih bisa dipakai. Tapi rasanya ke arah sana masih jauh karena peluang harga minyak bertahan di atas US$ 100 per barel untuk waktu yang berkepanjangan cukup kecil, apalagi jika kita melihat dinamika politik di Amerika Serikat,” jelasnya.

Maka dari itu, ia berharap agar masyarakat tidak khawatir dan berspekulasi bahwa negara kehabisan uang.

“Uangnya banyak, kayak orang beunghar (kaya) lah. Uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya ke kami dan kami sudah hitung cukup,” tandasnya.

Baca Juga: BBM Subsidi Dijamin Tak Naik hingga Akhir 2026, Purbaya Bilang Begini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×