kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS946.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

HIPMI minta pemerintah tingkatkan investasi untuk kerek ekonomi di paruh ke II 2021


Kamis, 17 Juni 2021 / 19:34 WIB
HIPMI minta pemerintah tingkatkan investasi untuk kerek ekonomi di paruh ke II 2021
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Rabu (16/6). HIPMI minta pemerintah tingkatkan investasi untuk kerek ekonomi di paruh ke II 2021.

Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Adanya lonjakan kasus Covid-19 hingga menginjak 2 juta jiwa akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV di 2021. Untuk itu pemerintah perlu meningkatkan investasi agar pertumbuhan ekonomi dapat menguat.

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ajib Hamdani, mengatakan dengan melonjaknya kasus ini, akan menjadi problem baru dalam pemenuhan target pemerintah pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya secara agregat pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV bisa positif pada kisaran 5% di akhir tahun 2021. 

Ajib mendorong agar pemerintah lebih bekerja keras untuk mengatasi kasus Covid-19, agar perekonomian Indonesia tidak kembali terkontraksi.

Baca Juga: BI: Ekspansi likuiditas belum optimal dorong pertumbuhan ekonomi

“Dari sisi kesehatan, pemerintah harus terus mengedukasi tentang prokes kepada masyarakat sekaligus terus mengakselerasi vaksinasi agar segera tercapai herd immunity,” jelas Ajib saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (17/6).

Sementara itu dari sisi ekonomi, likuiditas harus terus dialirkan di sisi supply, dan terus mendongkrak kemampuan daya beli. Likuiditas sisi supply yang dimaksud, agar bisa mendorong dari sisi peningkatan ratio kredit dari perbankan ke dunia usaha. Namun dengan syarat tetap mengedepankan asas kehati-hatian.

Sedangkan dari investasi, pemerintah harus lebih mendorong investasi agar untuk lebih banyak insentif investasi untuk hilirisasi, serta menyerap banyak tenaga kerja. 

Pemerintah juga harus mendorong sektor swasta, dibandingkan memakai instrumen kepanjangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menopang ekonomi, karena ratio hutang sudah melewati angka 40% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Selanjutnya: BI telah membeli SBN sebesar Rp 116,26 triliun di pasar perdana hingga 15 Juni 2021

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Supply Chain Planner Development Program

[X]
×