kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

BI: Ekspansi likuiditas belum optimal dorong pertumbuhan ekonomi


Kamis, 17 Juni 2021 / 19:15 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah), Ketua DK OJK Wimboh Santoso (kanan) dan Ketua DK LPS Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berupaya untuk menciptakan kondisi likuiditas yang tetap longgar dengan kebijakan moneter yang akomodatif dan sinergi dengan pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. 

Hal ini dilakukan BI dengan melakukan likuiditas ke perbankan atau quantitative easing (QE) di perbankan juga dengan melanjutkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana. 

Sayangnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ekspansi likuiditas yang dilakukan bank sentral masih belum optimal mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Baca Juga: BI telah membeli SBN sebesar Rp 116,26 triliun di pasar perdana hingga 15 Juni 2021

“Ini di tengah kecepatan perputaran uang di ekonomi (velositas) yang menurun, seiring belum kuatnya permintaan domestik,” ujar Perry, Kamis (17/6) via video conference. 

Namun, dengan pelonggaran-pelonggaran yang sudah dilakukan oleh bank sentral, Perry optimistis likuiditas sektor keuangan lebih dari cukup.

Hal ini tercermin dalam uang beredar dalam arti sempit (M1) yang tumbuh 12,6% yoy dan uang beredar dalam arti luas (M2) yang tumbuh 8,1% yoy. 

Selanjutnya: BI siapkan kuda-kuda untuk atasi dampak kebijakan The Fed

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×