kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Hipmi: Ijazah Seharusnya Bisa Menjadi Jaminan Kredit KUR


Jumat, 07 Agustus 2009 / 17:04 WIB
Hipmi: Ijazah Seharusnya Bisa Menjadi Jaminan Kredit KUR


Reporter: Hans Henricus | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Komunitas pengusaha kembali mengetuk pintu Pemerintah. Kali ini, Himpunan Pengusaha Indonesia (Hipmi) menyambangi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sri Mulyani Indrawati.

Hipmi mengusulkan agar pemerintah memodifikasi sasaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga bisa dirambah para pengusaha muda yang baru lulus kuliah. Modifikasi itu berkaitan dengan objek jaminan KUR.

"Kami tawarkan, ijazah bisa dijaminkan di bank untuk mendapatkan KUR," ujar Ketua umum Hipmi, Erwin Aksa di kantor Menko Perekonomian.

Menurut Erwin, usulan itu untuk menyokong tingkat penyerapan KUR yang hingga kini masih lemah. Sebab, dengan jaminan Ijazah, pengusaha pemula bisa mendapatkan modal kerja sekaligus membantu tingkat penyerapan KUR.

Menko Perekonomian menyambut baik usulan Hipmi itu. Menurutnya, perguruan tinggi memang perlu terlibat dalam program Pemerintah menggerakkan sektor riil. "Akan dibuat kebijakan untuk menyeleksi universitas-universitas dalam rangka percobaan," ujar Erwin, mengutip ucapan Menko Perekonomian.

Erwin mengaku, Menko Perekonomian juga mengeluh tingkat penyerapan KUR yang melambat.
Oleh sebab itu, Pemerintah akan membuka peluang dengan memudahkan syarat-syarat pengajuan KUR dan membuka peluang agar pelaku usaha muda yang baru lulus bisa mendapat KUR.

Selain itu, kelompok pengusaha muda itu juga meminta Pemerintah agar melakukan intervensi terhadap suku bunga pinjaman perbankan yang tak kunjung turun. "Perlu intervensi dari pemerintah berupa kebijakan di sektor finansial untuk bisa mempengaruhi penurunan suku bunga. Sebab suku bunga saat ini tidak logis lagi," imbuh Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×